PASER, Gerbangkaltim.com – Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kabupaten Paser menggelar seminar meningkatkan minat baca anak di masa pandemi Covid-19, secara virtual, Sabtu (06/03/2021).

Pada seminar ini panitia menghadirkan narasumber dari pegiat Ketua GPMB Kaltim Syafruddin Pernyata, Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Paser Sutomo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Paser Murhariyanto, dan para pegiat literasi dari Tanoto Foundation.

Kegiatan seminar ini dibuka Staf Ahli Bupati Paser drh.Boy Susanto yang dalam sambutannya ia mengapresiasi terselenggaranya seminar ini.

Boy mengatakan buku merupakan jendela dunia dan membaca adalah kuncinya. Di era digitalisasi ini, membaca tidak lagi hanya buku namun sudah konvergensi ke smartphone atau gadget.

“Buku hadir dalam berbagai aplikasi sesuai dengan ilmu dan minat. Karena lebih variatif, kegiatan membaca tentu akan lebih menyenangkan terutama bagi anak-anak dan remaja,” kata Boy Susanto.

Namun lanjut Boy apapun bentuknya, minat membaca harus tetap dikembangkan. Karena dengan membaca maka seseorang akan banyak tahu, banyak ilmu pengetahuan dan banyak informasi.

Pemerintah daerah sangat menyadari bahwa kemajuan teknologi harus diikuti. Maka hadirlah perpustakaan digital yang bahkan bisa diakses secara nasional misalnya seperti i-Pusnas, e-perpusdikbud dan lain sebagainya.

Related Post

Dengan teknologi kebutuhan manusia menjadi lebih mudah. Tidak perlu membawa banyak buku, atau buku tebal kemana-mana. Hanya cukup dengan smartphone, simple.

“Saya berharap, inovasi ini juga dihadirkan oleh dinas terkait seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Bahkan mungkin di sekolah-sekolah hingga ke desa-desa. Terlebih di masa pandemi covid-19 ini, himbauan dirumah saja dapat dimanfaatkan dengan kegiatan membaca,” ucap Boy Susanto.

Sementara Ketua GPMB Kabupaten Paser Kasrani mengatakan pembudayaan membaca harus diawali dari diri sendiri, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.

“Untuk itu perlu koloborasi, kerjasama, perlu dukungan kebijakan, perlu penghargaan,” ucapnya.

Ia berharap dengan pembiasaan membaca dimulai dari lingkungan, budaya baca akan terbiasa dilakukan. Setelah itu, membaca akan menjadi kebutuhan.

Untuk menanamkan minat baca GPMB Paser mengajak pemerintah, satuan pendidikan baik formal dan nonformal, pemerhati pendidikan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yntuk bersama sama bergerak membudayakan membaca.

“Insya Allah, dengan membaca, akan lahir generasi cerdas, berahlak mulia, dan tangguh untuk membawa bangsa Indonesia berjaya di masa datang,” kata Kasrani. (Jya)