Lapas Razia Sel Tahanan Napi, Temukan 132 buah barang berbahaya dan terlarang

Balikpapan, Gerbangkaltim.com –  Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Balikpapan menggelar razia menggelar razia gabungan ke seluruh sel tahanan narapidana. Dalam razia ini berhasil diamankan sebanyak ratusan barang berbahaya dan dilarang digunakan di dalam sel tahanan.

“Kegiatan ini dilaksankan dalam rangka  memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57 tahun 2021 yang jatuh pada tanggal 27 April mendatang, jadi  kami mencanangkan Kegiatan Razia Bersama Aparat Penegak Hukum secara serentak di  seluruh Indonesia, termasuk di Balikpapan, ” ujar  Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kaltim, Jumadi, ditemui usai kegiatan razia, Kamis (8/4/2021).

Jumadi mengatakan, razia gabungan ini melibatkan sejumlah instansi, seperti Badan Narkotika Nasional Kota Balikpapan, Polresta Balikpapan, Satops Patnal Kanwil Kemenkumham Kaltimtara, Pemasyarakatan Lapas Balikpapan, Pemasyarakatan Rutan Balikpapan, dan Pemasyarakatan Bapas Balikpapan.

“Selain melibatkan satuan internal Kanwil Kemenkum Ham Kaltim dan Lapas Kelas IIA Balikpapan, juga dilibatkan  BNNK dan Polresta Balikpapan,” ujarnya.

Dikatakannya, selain dilakukan penggeledahan terhadap setiap ruangan, petugas juga melakukan penggeledahan terhadap para narapidana penguhuni lapas.

Dikatakannya, dalam razia gabungan ini berhasil menemukan sebanyak 132 buah barang berbahaya dan terlarang dari 16 jenis yang meliputi sajam atau cutter,  Korek api,  Ponsel,  Cukuran kumis,  Kipas Angin,  Speaker,  Kabel Stop Kontak,  Charger, Potongan Kuku,  Ikat Pinggang,  Tali,  Pecahan Cermin,  Mata Grinda,  Penggaris Besi dan  Aksesoris Kalung dan Cincin.

“ Temuan hasil razia kali ini akan dimusnahkan, rencananya akan dilaksanakan pada Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57 tanggal 27 April mendatang,” jelasnya.

Jumadi menambahkan, banyaknya temuan ini menuntut pihaknya untuk makin memperketat pengawasan terhadap barang-barang yang akan dititipkan oleh pengunjung.

“Penitipan teruntuk warga binaan hanya bisa melalui satu pintu. Sehingga perlu ada pengetatan terkait barang yang akan disampaikan,” jelasnya.

Berbagai pembenahan, katanya akan terus dilakukan jajaran pemasyarakatan dengan terus berpegang pada nilai profesionalisme, akuntabel, sinergi, transfaran dan inofatif (PASTI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *