Wali Kota Minta Warga di Daerah Rawan Bencana Waspadai Siklon Surigae

Balikpapan,Gerbangkaltim.com – Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengingatkan warga Kota Balikpapan agar waspada terhadap siklon Siklon Tropis Surigae yang saat ini sedang terjadi di perairan Samudera Pasifik. Dimana bisa menyebabkan i hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang dan gelombang tinggi 1,25 – 2,5 meter.

“Ya, kita tetap antisipasi dengan terus mengingatkan warga terutama mereka yang bermukim di kawasan rawan bencana seperti pantai dan perbukitan, agar tetap selalu waspada,” ujar Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi ditemui usai memimpin di aula Kantor Wali Kota Balikpapan, Senin (19/4/2021).

Rizal mengatakan, dalam mengantisipasi kedaruratan dalam musibah bencana, Provinsi Kaltim sudah membentuk tim panggulangan bencana yang melibatkan lintas intansi, kerjasama Kodam VI Mulawarman dan Pemprov Kaltim.

“Kita juga kan sudah membentuk tim penanggulangan bencana yang melibatkan lintas intansi, termasuk Pangdam VI Mulawarman, Kapolda Kaltim hingga Gubernur Kaltim, sebagai langkah antisipasi,” jelasnya.

Potensi hujan lebat dan angina kencang, lanjut Rizal, memang sudah dirasakan warga dalam beberapa hari terakhir, dan untuk itu ia telah meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Balikpapan lakukan penyiangan dan perbaikan.

“Kita sudah minta, DLH lakukan penyiangan-penyiangan pepohonan yang rimbun, termasuk pemotongan pohon yang tua dan membahayakan,” paparnya.

Disisi lain, katanya, Disperkim juga telah diminta untuk memperbaiki dan merapikan sejumlah tempat pembuangan sampah sementara (TPS) agar tidak berserakan ataupun menuntup saluran air.

Sementara itu, siklon Tropis Surigae yang saat ini sedang terjadi di perairan Samudera Pasifik diperkirakan akan bergerak dengan kecepatan 10 knot atau 19 kilometer per jam dengan kekuatan 95 knots atau 185 kilometer per jam dengan tekanan 935 hPa.

Siklon tropis diprediksi BMKG berpotensi menyebabkan hujan lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di sembilan provinsi di Indonesia.

Diantaranya Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Utara (Kaltara), Kalimantan Timur (Kaltim), Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo, Sulawesi Tengah (Sulteng), Maluku Utara (Malut), dan Papua Barat. Kemudian, gelombang air laut setinggi 1.25 – 6.0 meter disejumlah perairan laut Indonesia.

Untuk itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintruksikan Pemerintah Daerah di wilayah masing-masing agar dapat melaksanakan upaya penguatan kesiapsiagaan menghadapi beberapa dampak dari siklon tropis tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *