Canangkan Gerakan Cinta Zakat, Wali Kota Ingatkan Pembagian Zakat Tidak Boleh Ada Kerumunan

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota bekerjasama dengan Baznas Balikpapan mencangkan Gerakan Cinta Zakat. Dalam kegiatan ini Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi para pemberi zakat yang mampu untuk tidak membagikan zakatnya dengan mengumpulkan warga sehingga menyebabkan kerumunan.

“Karena masih suasana pandemi, maka kita minta para pengusaha yang mampu tidak membagikan zakatnya dengan cara mengumpulkan orang sehingga terjadi kerumunan dan antrean, “Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi disela-sela pencangan Gerakan Cinta Zakat di Aula Kantor Wali Kota Balikpapan, Senin siang (3/05/2021).

Rizal mengatakan, sesuai arahan dari Menteri Agama dan Mendagri maka pemberian zakat bagi orang mampu jangan dilakukan dengan cara berkerumun, namun lebiaj baik menggandeng lembaga amil.

“Lebih baik lagi jika diantarkan langsung ke penerimanya,” ujarnya.

Pemberian zakat ke badan amil atau langsung ke penerima, lanjutnya, untuk mencegah munculnya penyebaran covid dari klaster zakat.

Pencanangan Gerakan Cinta Zakat sendiri, kata Rizal, bertujuann untuk mendorong masyarakat menunaikan ibadah zakat. Dan program ini tidak sebatas untuk ASN saja, namun seluruh lapisan masyarakat

“Karena program Baznas ini secara nasional, maka dari itu Kota Balikpapan juga terlibat,” paparnya.

Rizal berharap pelaksanaan zakat fitrah ini bisa disalurkan dengan baik, sehingga dapat membantu warga yang kurang mampu untuk bisa produktif.

“Zakat bagi warga yang kurang mampu agar juga bisa produktif, melalu pengembangan usaha UMKM atau kegiatan perkebunan atau pertanian, seperti yang dilaksanakan Bank Indonesia, Mathilda,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Balikpapan, Sarjono mengatakan, meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19, penurunan zakat fitrah tak terlihat signifikan.

Data dari tahun 2019 total pendapatan zakat Rp 4,78 miliar, pada 2020 mengalami penurunan sekira Rp 20 juta sekian menjadi Rp 4,75 miliar.

Kemudian untuk Penyaluran tahun 2020 sudah sekitar Rp 4,2 miliar, karena ada neberapa program yang tidak dilaksanakan untuk menghindari kerumunahan.

“Contoh kita gak adakan pesanteren ramadan dan tahun ini dialihkan ke pemberian paket sembako bagi kaum dhuafa dikasih perlengkapn salat,” ujar Sarjono.

Ditambahkannya, untuk penerimaan zakat di masjid dan musala di Balikpapan ada sekitar 200 buah, dan 100 persen dananya yang terkumpul digunakan panitia zakat di masjid dan musala tersebut.

“Tapi kami minta melaporkan dana yang terkumpul tersebut ke Baznas sesuai ketentuan pemerintah,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *