Pastikan Tidak Akan Ada Klaster PTM, Wali Kota Tinjau Sekolah

Balikpapan,Gerbangkaltim.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah SD dan SMP. Kegiatan ini ditinjau langsung Wali Kota Balikpapan didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Muhaimin.

Setidaknya ada 4 sekolah yang dikunjungi yakni SD Negeri 003, SMP Negeri 1, SD Bhayangkari, dan SD-SMP Istiqomah.

Rahmad mengungkapkan, hasil tinjauan langsung menunjukkan sekolah telah menerapkan sesuai instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Dianjurkan hanya 2 jam saja tatap muka sementara ini. Bergilir. Saya pikir ini baik lah, permulaan yang baik. Berdoa jangan sampai ada klaster sekolah,” ujarnya.

Rahmad memastikan, jika ditemukan klaster baru maka PTM akan kembali ditiadakan. Namun harapnya, dengan penerapan protokol kesehatan ketat, pembelajaran ini bisa berjalan dengan baik.

“Kami lihat mereka melaksanakan protokol kesehatan dengan menyediakan hand sanitizer, juga siswa tetap menggunakan masker. Semoga bisa terus berlanjut, jangan sampai kita lalai,” tegasnya.

Ia berharap pembelajaran tatap muka ini bisa berjalan seterusnya. Apalagi jika tidak ada klaster baru, maka dipastikan PTM bisa dijalankan.

“Sejauh ini bagus saja. Mudahan bisa berkelanjutan, terutama kedisiplinan sekolah untuk juga mengimbau siswa-siswa,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan, pelaksanaan PTM ini sudah sesuai pedoman pelaksanaan PTM terbatas yang dibuat oleh Disdikbud. Wali kota juga telah melihat, bahwa semua sekolah telah menerapkan sesuai pedoman tersebut.

“Ini memang ada instruksi dari Kemendikbud, kalau berada di PKM level 3, 2 dan 1 PTM terbatas sudah bisa dilakukan. Dan Balikpapan kan di level 2,”ujarnya.

Sebelumnya PPKM level 2 ini resmi dilaksanakan berdasarkan SE Wali Kota Balikpapan nomor 300/3358/PEM yang dikeluarkan 5 Oktober lalu sebagai pedoman.
.
Pedoman ini antara lain berisi tentang aturan maksimal peserta PTM, standar protokol kesehatan, enam daftar periksa, pelaksanaan dalam satu pekan dua kali, untuk SMP harus sudah vaksin dan lain sebagainya.

Sedangkan Kepala Sekolah SDN 003 Balikpapan Puji Sadarani mengungkapkan, PTM perdana ini dimulai dari kelas 1 dan 2. Mereka juga baru pertama kali bertemu dengan teman sekelasnya, sehingga pengawasan secara ketat dilakukan.

“Kami awasi secara ketat. Apalagi mereka kan baru bertemu, baru kenal. Pasti sedang senang-senangnya. Kami awasi supaya tetap jaga jarak. Juga dibatasi untuk tidak jalan ke meja temannya, atau meminjam alat tulis,” terangnya.

Siswa juga diminta sudah sarapan dari rumah. Ia juga memastikan, dari kunjungan wali kota ini menunjukkan kesiapan sekolah tersebut dalam melaksanakan PTM.

“Baik dari protokol kesehatan, bapak dan ibu guru, juga secara administrasi semua sudah siap. Kami juga sudah memiliki SK dari tim Satgas,” jelasnya.

Kendati demikian, katanya, masih ada 1 persen orang tua siswa yang memilih belajar secara daring di SDN 003. Dari 700 siswa yang memilih daring hanya 9 orang. Sisanya memilih tatap muka.

“Itu berarti lebih banyak orang tua yang percaya. Apalagi sekolah kami sudah menjadi salah satu sekolah sehat secara nasional,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *