SMPN 25 Balikpapan Barat Untuk Warga Margasari dan Sebagian Baru Ilir

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Guna melakukan pemerataan pendidikan di Kota Balikpapan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan di tahun 2021 ini akan mulai melakukan pembangunan SMPN 25 di Balikpapan Barat.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Muhaimin mengatakan, setelah APBD Perubahan 2021 disahkan oleh Pemkot dan DPRD Balikpapan maka proses lelangnya akan segera dilaksanakan di bulan Oktober ini.

“Insyallah proses lelang sudah mulai dilaksanakan, dan nantinya sekolah ini diperuntukan bagi masyarakat umum, khususnya Balikpapan Barat,” ujarnya, Rabu (24/11/2021).

Dikatakan Muhaimin, di Balikpapan Barat saat ini hanya memiliki dua sekolah, ada SMP 4 dan SMP 9. Dan biasanya warga yang ada di Margo Mulyo dan Baru Ilir, banyak bersekolah di SMP 9, sedangkan Baru Tengah dan Baru Ulu lebih banyak di SMP 4.

“Nah, Margasari dan sebagian Baru Ilir banyak gak ada sekolahnya, Jadi harapannya sekolah ini bisa digunakan warga sekitar, “ tegasnya.

Rencananya pembangunan SMPN 25 Balikpapan ini menggunakan sistem multiyear dianggarkan 3 kali di APBD perubahan 2021, APBD Murni 2022 dan APBD perubahan 2022 total anggaran Rp 49 miliar dengan pelaksanaan pembangunan selama 12-13 bulan.

Muhaimin menambahkan, untuk tahap pertama akan dianggarkan Rp 10 miliar di APBD Perubahan 2021, rencananya akan dibangun sebanyak 18 ruang kelas, dengan adanya tambahan ini sangat signifikan bagi wilayah Balikpapan Barat yang selama ini hanya dicakup SMP 4 dan SMP 9 Balikpapan.

“Kecamatan Balikpapa memang minim sekolahnya, sehingga banyak warga Balikpapan yang tidak diterima di sekolah negeri disitu mereka pilih sekolahnya di luar Balikpapan Barat,” jelasnya.

Selain itu jumlah pendudukan di Balikpapan Barat juga padat, diharapkan dengan adanya SMP ini bisa mengurangi beban SMP 4 dan SMP 9 sehingga pendistribusian siswa bisa merata.

“Untuk lokasinya di Pemukiman atas air di wilayah Baru Ilir, dimana tahap pertama ini menampung 200 peserta didik,” paparnya.

“Daya tampung kita batasi, karena kita juga pinign sekolah swasta tetap hidup dengan ruang kelas dibatasi jumlah rombelnya juga ikut dibatasi,” jelasnya.

Sedangkan untuk tenaga mengajar dikatakan Muhaimin akan menggunakan ASN dan guru honor, serta P3K, karena ada jabatan-jabatan yang tidak boleh dijabat guru honor jadi ambilan dari ASN.

“Kepala sekolah dan pegwai tata usaha harus dari ASN dan yanglainnya seperti kombinasi guru honor, P3K dan ASN,”tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: