Hari Dongeng Nasional, Jadikan Anak Indonesia Bahagia

Oleh : Dr. Kasrani

GENERASI kelahiran tahun 70-80-an pasti akrab dengan serial film boneka Si Unyil yang bercerita tentang petualangan dan keseharian anak laki-laki bernama Si Unyil bersama teman-temannya.

Dari serial ini istilah hompimpa alaium gambreng menjadi akrab di telinga kita. Ada dua karakter dari film ini yang masih menempel di ingatan kolektif masyarakat hingga saat ini yaitu Pak Ogah dengan kalimat populernya “cepek dulu dong” dan Pak Raden, pria berkumis keturunan Jawa dengan gaya ketawa khas yang terkenal pemarah dan pelit.

Sosok Pak Raden ini diperankan oleh Drs Suyadi yang juga pengarang dari cerita legendaris Si Unyil.  Pengaruh Suyadi sangat luar biasa dalam menghidupkan dunia dongeng di Indonesia.

Untuk penghargaan kepada Drs Suyadi pengarang dari cerita legendaris Si Unyil, hari kelahirannya tanggal 28 November diperingati sebagai Hari Dongeng Nasional sejak tahun 2015. Peringatan ini dideklarasikan oleh Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Sejarah dongeng Dongeng adalah bagian dari karya sastra dan tradisi lisan yang telah ada sejak munculnya peradaban manusia.
D.L Ashliman (2004) dalam bukunya, Folk and Fairy Tales, menjelaskan bahwa dongeng (fairy tale) berasal dari Perancis dan diperkenalkan ke Inggris oleh seorang pengarang bernama Madame d’Aulnoy yang mulai mempublikasikan cerita-cerita fantasi dengan judul kolektif Les Contes de fees (tales of fairies) pada tahun 1697.

 

Cerita-cerita dongeng tersebut ditulis dengan merujuk kepada berbagai cerita rakyat dan sejak saat itu, cerita-cerita dongengnya mulai populer di Inggris hingga abad ke-19.

 

Kekuatan dongeng terletak pada narasinya yang membuat manusia belajar memahami dunia sekitarnya. Ini juga yang membuat popularitas dongeng bertahan hingga hari ini.

 

Dongeng dapat ditemukan di berbagai negara dan budaya mana saja di dunia ini. Sepanjang abad pertengahan, pendongeng adalah salah satu profesi yang sangat dihormati oleh masyarakat karena dipandang sebagai pemimpin, guru, sekaligus penghibur yang memberikan manfaat bagi banyak orang melalui cerita yang dinarasikannya.

 

Sejarah Hari Dongeng Nasional Kemendikbud menjelaskan tentang pentingnya dongeng bagi anak. Mendongeng tidak hanya kegiatan untuk menidurkan anak tetapi dapat meningkatkan perkembangan pada otak kanan anak, psikologis, kecerdasan emosional serta meningkatkan imajinasi pada anak.
Sementara itu, menurut Mendikbud Nadiem Makariem, mendongeng akan membangun imajinasi anak yang ke depannya bisa bermanfaat untuk masa depannya.

 

“Makna mendongeng adalah agar adik-adik semua senang dan mencintai cerita, buku, dari cerita – cerita itu lah kita menciptakan imajinasi di dalam otak.
Kemampuan dalam berpikir dan membayangkan hal – hal di otak kita adalah kunci kesuksesan di masa depan,” ujar Nadiem.

 

Mengingat dongeng begitu penting untuk perkembangan anak, Nadiem mengajak seluruh orang tua agar mendongengkan kepada anak-anak mereka setiap malam.

 

Pentingnya Dongeng untuk Anak Kak Awam Prakoso Pendiri Kampung Dongeng Indonesia mengatakan bahwa Kita semua sangat memahami bahwa telah banyak terjadi pergeseran nilai-nilai Aqidah.

 

Banyak ketimpangan sosial dan lain sebagainya yang mewarnai kehidupan ini. Sejalan dengan itu, kita perlu menyiapkan anak-anak kita untuk 20 tahun ke depan agar mereka dapat menjadi insan yang bermartabat dan berbudi pekerti yang baik serta tangguh.

 

Melalui dongeng anak-anak dilatih untuk membentuk sikap positif dan toleransi terhadap perbedaan latar belakang budaya. Hal ini karena cerita dalam dongeng mengandung wawasan tradisi lintas budaya.

 

Melalui kegiatan menyimak dan memahami dongeng, mereka akan melihat bagaimana orang dari latar sosial budaya yang berbeda berbagi pengalaman hidup yang sama dan bagaimana berbagai karakter manusia bisa melampaui budaya. Artinya, dongeng dapat menjadi jembatan yang melintasi perbedaan sosial-budaya dan memiliki potensi untuk menyatukan perbedaan dan meleburkan batas-batas kesenjangan budaya.

 

Anak-anak bukanlah miniaturnya orang dewasa. Tidak bisa kita menasehati dengan cara orang tua. Jadi media cerita adalah media yang sangat ampuh utk menyampaikan pesan tanpa menggurui. Dan bagi saya, inilah bentuk da’wah dan bukan main-main hanya sebagai bentuk profesi mencari profit dan popularitas semata.

 

Sejumlah ahli parenting sepakat bahwa dongeng merupakan bagian penting dari pengasuhan anak. Sudah banyak bukti penelitian tentang dongeng yang sangat bermanfaat untuk perkembangan psikologis anak. Secara tidak langsung juga membacakan dongeng bagi anak akan membuat mereka disayangi dan diperhatikan oleh orang tua. Sehingga tidak menyebabkan degradasi moral di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

 

Melalui cerita dongeng, anak akan belajar mengenai kehidupan, dunia, diri sendiri maupun orang lain. Anak juga dilatih kepekaannya lewat mendengarkan cerita.

 

Dengan memperingati Hari Dongeng Nasional Tahun 2021, Mari kita bergandeng tangan melaksanakan secara bersama-sama sesuai dengan peran kita masing-masing, keluarga punya peran penting strategis mengingat waktu anak terbanyak ada di keluarga, mari kita budayakan kembali bertutur/bercerita/mendongeng kepada anak setiap hari minimal menjelang anak tidur, sebagaimana yang dilakukan oleh orang tua kita dahulu kepada kita. Insya Allah generasi Emas akan terwujud membawa Bangsa Indonesia Adil dan Makmur. Saatnya sekarang kita bahagiakan anak Indonesia. Selamat Hari Dongeng Tahun 2021.

Penulis, Ketua Kampung Dongeng Paser

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: