Protes Truk Angkut Semen Berlebih, Warga Amuntai Ngeluruk ke DPRD

Amuntai, Gerbangkaltim.com – Memprotes kendaraan truk yang dinilai mengangkut atau memuat semen melebihi kapasitas, puluhan warga Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel),  ngeluruk ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Rabu (22/12/2021).

Seperti dilansir banjarhits.com, sejumlah masyarakat Amuntai itu mendatangi gedung DPRD HSU, menuntut wakil rakyat agar bersama-sama dengan masyarakat setempat bisa melarang kendaran-kendaraan besar yang mengangkut salah satu bahan bangunan jenis semen tersebut.

Masyarakat Amuntai khawatir, lalu lalang atau hilir mudik kendaraan-kendaraan jenis truk bermuatan semen yang disebut-sebut berlebel “Conch” itu, dimungkinkan akan merusak infrastruktur jalan umum, karena diduga kuat muatannya melebihi tonase.

Salah seorang pengunjuk rasa, Romeir Emma Rivila, warga yang datang ke “rumah” wakil rakyat itu sekitar 40 orang. Mereka berharap agar anggota dewan terhormat bisa memfasilitasi atau mengambil jalan keluar tentang apa yang “dituntut” warga Amuntai, HSU.

“Kami dari sebagian masyarakat Amuntai, melakukan demo di depan kantor DPRD HSU,” katanya seraya berharap, wakil rakyat bersama-sama masyarakat HSU melarang dan menghentikan truk bermuatan semen melebihi Kapasitas sesungguhnya.

Masyarakat mendatangi Gedung DPRD HSU sekitar pukul 10.00 Wita. Harapannya, agar para wakil rakyat itu bisa menyelesaikan permasalahan yang diinginkan para pengunjuk rasa. Bahkan, beberapa pengunjuk rasa sempat menggelar kemah/tenda di pelataran Gedung DPRD.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati HSU Husairi Abdi, menyepakati usulan jika truk pengangkut semen dari Tabalong itu tidak melintas lagi di jalan nasional atau jalan provinsi. Disarankan, pabrik semen asal Tiongkok itu bisa membangun jalan khusus untuk mengangkut produknya sendiri.

 Saran itu, dimaksudkan agar jalan yang dilalui truk pengangkut semen tidak semakin rusak parah, khususnya badan Jalan Pelampitan dan Jembatan Pinang Habang yang kini bagian opritnya telah runtuh, akibat terus terjadi penurunan karena tidak sanggup dilewati kendaraan bermuatan terlalu berat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: