100 UMKM Balikpapan Disiapkan Naik Kelas, Difokuskan ke Legalitas hingga Ekspor
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) menargetkan 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas pada 2026. Program ini diarahkan untuk memperkuat legalitas usaha, meningkatkan kapasitas produksi, hingga membuka akses pasar ke luar daerah dan mancanegara.
Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma mengatakan, peserta program merupakan UMKM yang telah melalui proses kurasi dan dinilai memiliki kesiapan untuk berkembang lebih luas.
“Kami lakukan seleksi. Bagi pelaku usaha yang masih tahap awal, kami arahkan fokus memperkuat pasar lokal. Sedangkan yang produknya sudah memenuhi standar, kami dorong memperluas pasar hingga luar daerah bahkan ekspor,” ujar Heru, Kamis (12/2/2026).
Heru menegaskan, peningkatan kelas usaha tidak hanya diukur dari bertambahnya skala produksi atau omzet. Aspek legalitas, standar mutu produk, desain kemasan, hingga pemanfaatan pemasaran digital dan akses pembiayaan menjadi bagian penting dalam pendampingan.
Menurut dia, dalam dua bulan terakhir, lebih dari 100 kegiatan yang melibatkan UMKM telah dilaksanakan di sejumlah titik di Balikpapan. Kegiatan tersebut mencakup pameran, pelatihan, serta forum promosi yang bertujuan memperluas jejaring pasar.
“Kami ingin pelaku UMKM semakin percaya diri memasarkan produknya. Semakin sering terlibat dalam kegiatan promosi, semakin terbuka peluang kerja sama yang bisa diraih,” katanya.
Saat ini, jumlah UMKM aktif di Balikpapan diperkirakan mencapai sekitar 98.000 unit usaha. Sektor kuliner dan olahan pangan masih mendominasi, sehingga peningkatan kualitas produk dan kemasan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Dukungan terhadap penguatan UMKM juga datang dari sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Heru menyebut dua perusahaan di Balikpapan telah membantu satu kelompok UMKM yang beranggotakan 30 pelaku usaha dengan menyediakan peralatan produksi.
“Bantuan alat produksi sangat membantu meningkatkan kapasitas dan efisiensi. Kolaborasi seperti ini yang terus kami dorong agar pembinaan UMKM berjalan lebih optimal,” ucapnya.
Beberapa produk unggulan daerah kini tengah dipersiapkan untuk menembus pasar luar negeri melalui skema business matching. Produk tersebut antara lain olahan bawang dayak, amplang, kerupuk ikan, aneka olahan udang dan ikan, serta rencana pengembangan tepung berbahan rumput laut, singkong, dan jamur.
Untuk mendukung langkah tersebut, DKUMKMP berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dalam membaca peluang pasar dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli.
“Kami menyiapkan dari sisi industrinya, sementara Dinas Perdagangan membantu membuka akses ke pasar luar. Sinergi ini penting agar produk kita benar-benar siap bersaing,” ujar Heru.
Pada 2024 lalu, sekitar 500 UMKM telah tercatat sebagai binaan DKUMKMP. Dengan tambahan 100 UMKM tahun ini, pemerintah kota berharap lahir lebih banyak pelaku usaha yang mampu menjadi contoh keberhasilan dalam pengembangan usaha berbasis ekonomi kerakyatan.
Heru menambahkan, penguatan UMKM menjadi strategi penting menjaga stabilitas ekonomi kota di tengah perkembangan Balikpapan sebagai kota jasa dan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“UMKM adalah fondasi ekonomi masyarakat. Jika sektor ini kuat, perputaran ekonomi daerah akan tetap terjaga dan terus tumbuh,” katanya.
BACA JUGA
