160 Petugas dan 30 WBP Lapas Banjarmasin Jalani Tes Urine, Bukti Komitmen Bebas Narkoba
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin menggelar tes urine bagi petugas dan warga binaan sebagai upaya memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari narkoba, Rabu (7/1/2026).
Tes urine yang dilaksanakan di Aula Lapas Kelas IIA Banjarmasin tersebut diikuti oleh 160 petugas serta 30 warga binaan pemasyarakatan yang dipilih secara acak. Kegiatan ini dilaksanakan oleh petugas Klinik Pratama Lapas Banjarmasin sesuai standar operasional prosedur dan diawasi langsung oleh jajaran pejabat struktural.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pemberantasan narkoba harus dimulai dari internal institusi pemasyarakatan dan dilaksanakan secara konsisten tanpa kompromi.
“Kami ingin memastikan Lapas Banjarmasin benar-benar bersih dari narkoba. Tidak ada pengecualian, baik petugas maupun warga binaan. Ini adalah komitmen bersama untuk menjaga marwah institusi dan mendukung keberhasilan pembinaan,” ujar Akhmad Herriansyah.
Ia menjelaskan, tes urine ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga sebagai langkah perlindungan agar seluruh proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dalam suasana yang aman, sehat, dan kondusif.
Selain sebagai bentuk deteksi dini, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan integritas sumber daya manusia di lingkungan Lapas. Menurut Herriansyah, integritas petugas merupakan kunci utama dalam mencegah masuknya narkoba ke dalam lapas.
Salah seorang petugas Lapas Banjarmasin, Muharram, menyampaikan bahwa tes urine merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai aparatur pemasyarakatan.
“Sebagai petugas, kami harus memberi contoh yang baik. Tes urine ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan lingkungan kerja tetap bersih serta profesional,” katanya.
Sementara itu, salah satu warga binaan yang mengikuti tes urine, berinisial DW, mengaku mendukung penuh kegiatan tersebut. Menurutnya, tes urine memberikan rasa aman dan ketenangan bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.
“Tes urine ini sangat baik. Lingkungan lapas jadi terasa lebih aman dan terjaga. Kami bisa lebih fokus mengikuti pembinaan tanpa rasa khawatir,” ujar DW.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel urine dari peserta dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Banjarmasin menegaskan komitmennya dalam mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan berintegritas.
BACA JUGA
