24 Tahanan Baru Lapas Banjarmasin Jalani Asesmen Psikologi, Pembinaan Diawali Pemetaan Kondisi Mental
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Sebanyak 24 tahanan baru di Lapas Kelas IIA Banjarmasin mengikuti asesmen psikologi sebagai langkah awal pembinaan, Rabu (18/2/2025).
Kegiatan yang digelar di Klinik Lapas tersebut bertujuan memetakan kondisi mental dan emosional warga binaan sebelum menjalani program pembinaan lanjutan.
Asesmen berlangsung tertib dan kondusif. Para peserta menerima pengarahan dari petugas, kemudian mengisi kuesioner psikologi yang telah disiapkan. Pemeriksaan ini difokuskan pada identifikasi kondisi emosional, pola pikir, serta kesiapan mental tahanan baru dalam menghadapi masa penahanan.
Dokter Lapas, dr. Yayuk Ruwaidah mengatakan, asesmen psikologi menjadi bagian dari layanan kesehatan terpadu yang diberikan kepada setiap tahanan baru.
“Melalui kuesioner ini, kami dapat memetakan kondisi psikologis awal para tahanan. Hasilnya menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut pembinaan maupun pendampingan yang sesuai kebutuhan masing-masing,” ujar Yayuk.
Ia menjelaskan, fase awal masa penahanan kerap menjadi periode adaptasi yang tidak mudah bagi sebagian orang. Karena itu, deteksi dini terhadap potensi gangguan psikologis dinilai penting untuk mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari.
Kegiatan tersebut turut melibatkan peserta magang nasional serta tamping klinik yang membantu proses pendampingan. Petugas memberikan arahan secara persuasif agar warga binaan merasa nyaman selama asesmen berlangsung.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah menegaskan, bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan mental.
“Pembinaan bukan semata-mata soal menjalani hukuman. Kami ingin memastikan kondisi psikologis warga binaan tetap terjaga. Dengan pemetaan sejak awal, program pembinaan bisa berjalan lebih efektif, terarah, dan tepat sasaran,” kata Herriansyah.
Menurut dia, pendekatan berbasis asesmen menjadi bagian dari komitmen lapas dalam mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan.
“Perubahan tidak bisa dipaksakan. Harus diawali dengan pemahaman yang utuh terhadap setiap individu yang kami bina,” ujarnya.
Lapas Kelas IIA Banjarmasin menyatakan asesmen psikologi akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pembinaan dan kesehatan bagi warga binaan.
BACA JUGA
