Bawa Tiga Agenda Pembahasan, Wali Kota Parepare Ajak Rombongan Studi Tiru ke Kota Balikpapan

Pemkot Balikpapan
Wali Kota Balikpapan Dr Ir H Bagus Susetyo, MM saat menerima Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid, S.E., M.H., didampingi Wakil Wali Kota H. Hermanto, S.E., beserta rombongan yang melakukan Studi Tiru ke Kota Balikpapan di Aula Balai Kota Balikpapan, Jum'at (23/1/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare melakukan kunjungan studi tiru ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, guna mempelajari berbagai kebijakan strategis, khususnya dalam pengelolaan kota, penguatan UMKM, dan optimalisasi sektor pendapatan daerah.

Rombongan dipimpin langsung oleh Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid, S.E., M.H., didampingi Wakil Wali Kota H. Hermanto, S.E., serta unsur Forkopimda dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Kedatangan mereka diterima Wakil Wali Kota Balikpapan Dr. Ir. Bagus Susetyo, M.M., bersama jajaran Pemerintah Kota Balikpapan.

Dalam sambutannya, Bagus Susetyo menyampaikan salam Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., yang berhalangan hadir karena sedang berada di luar kota dan mengapresiasi atas kepercayaan Pemerintah Kota Parepare yang menjadikan Balikpapan sebagai tujuan studi tiru.

“Suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami dapat menerima kunjungan Pemerintah Kota Parepare. Kami berharap kunjungan ini memberi manfaat timbal balik, baik bagi Parepare maupun Balikpapan, terutama dalam berbagi pengalaman pengelolaan kota,” ujar Bagus.
Bagus di Aula Balai Kota Balikapapan, Jum’at (23/1/2026).

Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN). Peran tersebut menuntut kesiapan kota sebagai pusat logistik, perdagangan, industri, dan layanan kesehatan.

“Kami telah merevisi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) 2024–2034 untuk menyinergikan Balikpapan sebagai super hub ekonomi dan penyangga utama IKN yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Parepare Tasming Hamid menilai Balikpapan sebagai salah satu kota paling maju di kawasan Indonesia Timur dan layak menjadi rujukan pembangunan daerah.

“Balikpapan ini kota yang luar biasa. Bukan hanya di Indonesia Timur, tetapi ke depan kami yakin Balikpapan akan semakin kuat secara nasional, apalagi dengan hadirnya IKN,” ujar Tasming.

Tasming menyebutkan, terdapat sejumlah kesamaan karakter antara Parepare dan Balikpapan, salah satunya sebagai kota pintu masuk kawasan. Karena itu, Parepare ingin mempelajari secara langsung kebijakan dan praktik terbaik yang diterapkan Balikpapan.

Ia menegaskan, ada tiga fokus utama yang ingin didalami dalam kunjungan tersebut. Pertama, penataan dan penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami melihat UMKM di Balikpapan tumbuh dan berkembang dengan baik. Kami ingin mengetahui langkah konkret pemerintah kota dalam mendukung UMKM, karena sektor ini adalah penopang utama ekonomi daerah,” kata Tasming.

Kedua, optimalisasi sektor perparkiran sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Ketiga, pengelolaan pembangunan kota di tengah keterbatasan fiskal akibat penyesuaian anggaran nasional.

“Pemotongan anggaran terjadi di semua daerah, termasuk Balikpapan dan Parepare. Ini menjadi tantangan bersama bagaimana memaksimalkan pendapatan dan pelayanan publik dengan sumber daya yang terbatas,” ujarnya.

Tasming berharap, hasil diskusi dan pertukaran pengalaman selama kunjungan dapat diimplementasikan di Parepare sesuai dengan karakter dan kebutuhan daerah.

“Tujuan kami datang tidak sekadar berkunjung, tetapi membawa pulang praktik baik yang bisa kami terapkan untuk mempercepat pembangunan Kota Parepare,” kata dia.

Kunjungan studi tiru ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama antardaerah dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan ke depan, khususnya di era pengembangan Ibu Kota Nusantara.

Tinggalkan Komentar