BAZNAS Balikpapan Salurkan Bantuan Rp2 Miliar untuk 4.000 Mustahik Selama Ramadan

Pemkot Balikpapan
Kepala BAZNAS Kota Balikpapan, Abdul Rosyid Bustomi

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Balikpapan berencana menyalurkan bantuan zakat senilai Rp2 miliar kepada 4.000 warga kurang mampu selama bulan Ramadan 1447 H. Masing-masing penerima manfaat atau mustahik akan memperoleh bantuan sebesar Rp500 ribu.

Kepala BAZNAS Kota Balikpapan, Abdul Rosyid Bustomi mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program rutin tahunan yang terus mengalami peningkatan jumlah penerima maupun nilai bantuan.

“Insya Allah pada Ramadan nanti kami akan menyalurkan bantuan kepada masyarakat fakir miskin dan tidak berdaya. Setiap orang menerima Rp500 ribu, dengan total penerima sekitar 4.000 orang. Jadi totalnya kurang lebih Rp2 miliar dalam satu hari,” ujar Ahmad Bustomi, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya BAZNAS Kota Balikpapan menyalurkan bantuan kepada 2.000 warga dengan total dana Rp1 miliar. Tahun ini jumlah penerima manfaat meningkat dua kali lipat.

“Kalau tahun lalu masih 2.000 orang, sekarang insya Allah 4.000 warga akan menerima bantuan dari hasil zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS Kota Balikpapan,” jelasnya.

Bantuan tersebut akan disalurkan kepada warga kurang mampu di seluruh kelurahan di Kota Balikpapan, dengan kriteria utama masyarakat yang benar-benar tidak mampu dan tidak berdaya, termasuk lansia yang tidak lagi mendapat perhatian dari keluarganya.

“Kriterianya tentu masyarakat yang tidak mampu, terlebih yang tidak berdaya. Ada juga orang tua yang masih hidup tetapi sudah tidak diperhatikan oleh anaknya. Itu yang akan kami cari sampai ke akar rumput,” tegas Bustomi.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, BAZNAS akan melakukan proses verifikasi secara ketat dengan melibatkan berbagai pihak.

“Verifikasi dilakukan oleh tim, bekerja sama dengan kecamatan, kelurahan, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di masing-masing wilayah,” katanya.

Terkait mekanisme penyaluran, bantuan akan diberikan dalam bentuk uang tunai yang ditransfer melalui rekening bank penerima untuk menghindari antrean panjang seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Uangnya tetap uang tunai, tapi melalui bank. Jadi mereka datang, lalu langsung menerima. Supaya tidak terjadi antrean panjang seperti kemarin,” ujarnya.

Untuk sementara, BAZNAS Kota Balikpapan telah menjalin kerja sama dengan Bank Kaltimtara Syariah, sementara opsi kerja sama dengan bank lain masih dalam pembahasan.
Ahmad Bustomi juga menjelaskan alasan memilih bantuan tunai dibandingkan paket sembako.

“Saya sudah konsultasi dengan Pak Wali Kota. Lebih baik uang tunai karena bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Kalau sembako, biasanya saat Ramadan masyarakat juga sudah banyak menerima dari pihak lain,” katanya.

Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan hingga Idulfitri.

“Harapannya warga lebih semangat menyambut Ramadan dan bebannya lebih ringan dalam menjalankan ibadah puasa dan Idulfitri,” tambahnya.

Ke depan, BAZNAS Kota Balikpapan menargetkan peningkatan penghimpunan zakat agar manfaat yang dirasakan masyarakat semakin luas.

“Setiap tahun nilainya bertambah. Mudah-mudahan ke depan bisa mencapai Rp5 miliar. Dengan dukungan pemerintah kota dan masyarakat Balikpapan yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, manfaatnya tentu akan lebih besar lagi,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar