Belajar Tak Pernah Terpenjara, WBP Lapas Banjarmasin Tekun Menyusun Harapan Lewat Paket C

Lapas Banjarmasin
WBP Lapas Kelas IIA Banjarmasin saat mengikuti pembelajaran Kejar Paket C Kelas XI, program pendidikan nonformal yang rutin dilaksanakan sebagai upaya memenuhi hak pendidikan warga binaan, Senin (5/1/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Di antara tembok tinggi dan rutinitas pembinaan, semangat belajar tetap tumbuh di Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Pada sebuah pagi yang tenang, sejumlah warga binaan tampak duduk rapi di depan Perpustakaan Lapas, membuka buku, dan menyimak pelajaran matematika. Hari itu, mereka belajar menghitung luas persegi—sebuah materi sederhana yang menyimpan makna besar: harapan untuk masa depan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran Kejar Paket C Kelas XI, program pendidikan nonformal yang rutin dilaksanakan sebagai upaya memenuhi hak pendidikan warga binaan. Suasana belajar berlangsung tertib dan kondusif. Tak ada kesan terpaksa. Yang tampak justru antusiasme dan kesungguhan dari para peserta.

Materi matematika disampaikan oleh pengajar, R. Aditya, dengan pendekatan sederhana dan aplikatif. Rumus-rumus dasar dijelaskan perlahan, disertai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dipahami. Bagi sebagian warga binaan, ini adalah pengalaman kembali ke bangku sekolah setelah bertahun-tahun terputus.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian di dalam lapas.

“Kami percaya bahwa pembinaan tidak cukup hanya soal kedisiplinan. Pendidikan adalah kunci untuk membuka cara berpikir dan membangun masa depan,” ujar Akhmad Herriansyah, Senin (5/1/2026).

“Melalui Kejar Paket C, kami ingin memastikan warga binaan tetap mendapatkan hak pendidikannya dan memiliki bekal saat kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Program Kejar Paket C di Lapas Banjarmasin tidak sekadar mengejar ijazah. Lebih dari itu, program ini menjadi ruang untuk menumbuhkan kembali rasa percaya diri dan motivasi belajar warga binaan—sesuatu yang kerap memudar akibat putus sekolah dan keterbatasan akses pendidikan di masa lalu.

Salah seorang warga binaan peserta kegiatan mengaku bersyukur bisa mengikuti pembelajaran tersebut.

“Dulu saya berhenti sekolah dan tidak pernah membayangkan bisa belajar lagi,” katanya pelan.

“Sekarang, lewat Paket C, saya merasa punya harapan. Setidaknya saya bisa memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” harapnya.

Melalui pelaksanaan pembelajaran yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Banjarmasin berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih humanis memandang warga binaan bukan semata dari masa lalunya, tetapi dari potensi yang masih bisa tumbuh.

Di balik jeruji, pelajaran tentang luas persegi hari itu menjadi simbol bahwa ruang untuk belajar dan berubah selalu ada. Dan bahwa pendidikan, dalam bentuk paling sederhana sekalipun, mampu menyalakan kembali harapan.

Tinggalkan Komentar