Budidaya Ikan Papuyuh Jadi Model Ketahanan Pangan Lokal di Balikpapan

Pertamina
Pertamina Patra Niaga melalui program bertajuk Kawasan Taman Edukasi dan Pertanian Terintegrasi (Kawan Patra) yang dijalankan Integrated Terminal Balikpapan melakukan panen perdana ikan papuyuh, Rabu (4/2/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal mulai tumbuh di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mendorong integrasi sektor pertanian dan perikanan yang melibatkan langsung masyarakat, khususnya perempuan tani.

Program bertajuk Kawasan Taman Edukasi dan Pertanian Terintegrasi (Kawan Patra) yang dijalankan Integrated Terminal Balikpapan itu ditandai dengan panen perdana ikan papuyuh, Rabu (4/2/2026).

Panen berlangsung di lahan percontohan KM 21 Karang Joang dan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Daun Sop Ceria bersama pemuda pembudidaya ikan setempat.

Sebanyak 1.000 ekor ikan papuyuh berhasil dipanen dengan total hasil sekitar 30 kilogram. Ikan papuyuh sendiri merupakan jenis ikan endemik Kalimantan yang jarang dibudidayakan secara komersial, namun memiliki nilai jual relatif tinggi. Budidaya ini disebut menjadi yang pertama dilakukan di Kota Balikpapan.

Selain perikanan, kawasan Kawan Patra juga mengembangkan komoditas hortikultura. Sekitar 200 pohon buah naga yang ditanam sejak 2024 telah menghasilkan panen mencapai 300 kilogram. Komoditas tersebut dipilih karena relatif adaptif terhadap perubahan cuaca dan keterbatasan air.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan sektor pangan yang dihadapi masyarakat, mulai dari ketidakpastian iklim hingga keterbatasan sumber daya air.

“Ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari potensi lokal. Di Karang Joang, kami melihat peluang besar pada ikan papuyuh dan buah naga. Keduanya sesuai dengan kondisi lingkungan dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan,” ujar Edi, Rabu (4/2/2026).

Menurut Edi, Pertamina tidak hanya memberikan bantuan sarana, tetapi juga pendampingan teknis secara berkelanjutan. Budidaya ikan dilakukan dengan teknologi hemat air hasil kolaborasi internal, sementara petani mendapat pendampingan dari Balai Penyuluhan Pertanian Karang Joang.

“Tujuan akhirnya adalah kemandirian masyarakat. Ketika mereka mampu mengelola produksi pangan secara berkelanjutan, dampaknya bukan hanya pada ekonomi keluarga, tetapi juga pada ketahanan pangan wilayah,” kata Edi.

Program ini melibatkan 16 perempuan anggota KWT Daun Sop Ceria serta tiga pemuda lokal. Kehadiran perempuan dalam program ini dinilai strategis karena berperan langsung dalam pengelolaan pangan rumah tangga.

Salah satu anggota KWT Daun Sop Ceria, Sanati, mengungkapkan bahwa sejak mengikuti program tersebut, hasil pertanian kelompoknya menjadi lebih stabil.

“Sekarang kami bisa panen lebih teratur. Hasilnya juga meningkat dan sangat membantu kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Balikpapan turut mengapresiasi inisiatif tersebut dan mendorong agar model pertanian-terpadu ini dapat direplikasi di wilayah lain.

Melalui Kawan Patra, Pertamina Patra Niaga menegaskan peran perusahaan energi dalam mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan, terutama di wilayah operasionalnya, dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pengelolaan sumber daya lokal.

Tinggalkan Komentar