1

Siaran Pers : IPW Minta KPK dalam Putusan Pidana Korupsi Mantan Konsultan Pajak PT. Jhonlin

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mendalami putusan pidana korupsi pada mantan konsultan Pajak PT Jhonlin Baratama, Agus Susetyo dan menyeret aktor intelektualnya. Pasalnya, secara substansi, terdakwa kasus penyuapan itu mewakili perusahaan milik Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.

Terdakwa Agus Susetyo divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor di PN Jakarta Pusat, Kamis (19 Januari 2023). Agus juga dikenakan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Mantan konsultan PT Jhonlin Baratama tersebut dianggap terbukti memberikan suap sebesar SGD 3,5 juta kepada Direktur Pemeriksaan dan Penagihan (P2) Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2016-2019 Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani mantan Kepala Sub Direktorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan DJP.

Oleh karena itu, Indonesia Police Watch (IPW) meminta KPK menelusuri kepentingan Agus Susetyo yang melakukan penyuapan pajak dari perusahaan bidang batubara tersebut. Sebab, Agus selaku Konsultan Pajak melakukannya untuk kepentingan perusahaan yang diwakili dan dilindunginya dan bukan untuk kepentingan pribadinya.

Sehingga, sudah saatnya lembaga anti rasuah tersebut memeriksa pemilik PT Jhonlin Baratama Samsudin Andi Arsyad dalam pengkondisian surat ketetapan pajak (SKP) dan menurunkan nilai pajak kepada tim pemeriksa pajak Ditjen Pajak Kementerian Keuangan. Jangan sampai ada tebang pilih dalam penegakan hukum khususnya pada pemberantasan korupsi oleh KPK.

Saat sidang dengan terdakwa mantan pejabat Ditjen Pajak (DJP) Angin Prayitno Aji dan stafnya Dadan Ramdani di Pengadilan Tipikor, Senin (4 Oktober 2021) Jaksa yang membacakan BAP Eks Tim Pemeriksa Pajak Yulmanizar menyatakan terdapat permintaan untuk pengkondisian nilai penghitungan pajak PT Jhonlin Baratama sebesar Rp 10 milyar.

“Dalam penyampaiannya atas permintaan pengondisian nilai SKP PT Jhonlin Baratama disampaikan kepada kami, bahwa ini adalah permintaan langsung dari pemilik PT Jhonlin Baratama yakni Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam untuk membantu pengurusan dan pengondisian nilai SKP tersebut. Apa demikian?” tanya Jaksa kepada Yulmanizar pada persidangan tersebut.

Hal itu langsung dibenarkan oleh Yulmanizar bahwa permintaan Haji Isam tersebut disampaikan oleh Agus Susetyo. “Iya itu disampaikan oleh pak Agus,” jawab Yulmanizar.

Dengan fakta persidangan dari Angin Prayitno Aji yang divonis sembilan tahun penjara dan anak buahnya eks kepala Sub Direktorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan DJP Dadan Ramdani yang divonis 6 tahun penjara serta eks Konsultan Pajak PT Jhonlin Baratama Agus Susetyo yang divonis 2 tahun penjara, maka sudah saatnya KPK menegakkan hukum secara adil dan sesuai dengan rasa keadilan masyarakat dengan menetapkan tersangka baru pada direksi PT jhonlin baratama dan atau pemegang saham / pemiliknya dengan sangkaan menyuruh melakukan suap.

Fakta hukum sudah cukup. Akankah Firli Bahuri dan pimpinan KPK berani menegakkan hukum terhadap Samsudin Andi arsyad alias H. Isam? IPW ingin melihat pembuktian bahwa KPK adalah insitusi penegak hukum yg tidak tebang pilih. (***)




Mardani Maming Bakal Ditahan di Lapas Banjarmasin, Sidang Pertama Mulai Digelar 10 November 2022

GerbangKaltim.com – Kasus korupsi yang menjerat Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Mardani Maming memasuki babak baru.

Penahanan mantan Bupati Tanah BumbuMardani H Maming tersebut akhirnya dipindah ke Lembaga Pemasyarakatan Banjarmasin.

Pemindahan ini seiring rencana agenda persidangan terhadap dirinya sebagai terdakwa dugaan tindak pidana korupsi yang dilangsungkan di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Pemindahan tempat penahanan untuk mempermudah pemeriksaan terdakwa dalam persidangan,” kata Juru Bicara Pengadilan Negeri Banjarmasin, Aris Bawono Langgeng, di Banjarmasin dilansi dari Antara, Jumat 4 November 2022.

Mengacu pada data di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Banjarmasin, Maming masih ditahan di Rutan KPK Polisi Militer Kodam Jaya di Guntur, DKI Jakarta.

Ia sudah ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Kamis 28 Juli 2022, pasca diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih Jakarta.

Terkait teknis persidangan yang dijadwalkan perdana digelar Kamis 10 November 2022 pekan depan, Aris menyebut belum dipastikan pula apakah terdakwa dihadirkan secara langsung di ruang sidang atau secara daring mengikuti dari LP.

“Nantinya mempertimbangkan sejumlah faktor khususnya keamanan termasuk apakah ada permintaan dari penasihat hukum atau juga pihak Lapas,” jelas dia.

Maming diadili setelah diduga menerima suap pengalihan izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu pada 2011 ketika Ia masih menjabat sebagai bupati.

Jaksa penuntut umum KPK mencantumkan sejumlah pasal yang dimuat dalam dua dakwaan alternatif.

Pertama yakni Pasal 12 huruf b Jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Lalu pada dakwaan alternatif kedua Pasal 11 Jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.***




Kasus Dugaan Suap, Bupati HSU Nonaktif Abdul Wahid Bakal Diadili

Jakarta, Gerbang Kaltim.com – Terkait dengan kasus dugaan suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Bupati Hulu Sugai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Abdul Wahid, bakal diadili.

Pasalnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, berkas penyidikan Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid, sudah selesai. Tinggal menunggu waktu persidagangan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Hari ini, tim penyidik melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dengan tersangka AW (Abdul Wahid) pada tim jaksa, karena kelengkapan berkas perkaranya dinyatakan lengkap,” ungkap Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (17/3/2022).

Selanjutnya, kata Ali, tim jaksa penuntut umum (JPU) KPK akan menahan Abdul Wahid selama 20 hari terhitung sejak 17 Maret 2022 hingga 5 April 2022. Sang bupati akan mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK di Gedung Merah Putih.

“Dalam waktu 14 hari kerja, tim jaksa segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor. Persidangan dijadwalkan akan berlangsung di Pengadilan Tipikor pada Pengdilan Negeri (PN) Banjarmasin,” jelasnya.

Sebelumnya, KPK mengembangkan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pada 2021 hingga 2022 yang menjerat Bupati nonaktif HSU Abdul Wahid. Kini Abdul Wahid dijerat sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

KPK menemukan bukti yang cukup untuk menetapkan Abdul Wahid sebagai tersangka TPPU. Abdul Wahid diduga telah menyamarkan aset hasil korupsi ke dalam bentuk lain dan diduga menggunakan nama pihak lain.

Sumber : PMJ NEWS




Penimbun Puluhan Ribu Liter Migor di Kalsel Ditangkap Polda Kalsel

Kalsel, Gerbang Kaltim.com – Penimbun puluhan ribu liter minyak goreng (migor) di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) ditangkap jajara Polda Kalsel.

Awalnya, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel, membongkar kasus penimbunan minyak goreng. Sang penimbun yang disebut-sebut seorang emak-emak bernama Zakiah itu ditangkap dalam kasus ini.

“Pelaku menyimpan atau menimbun barang kebutuhan pokok berupa minyak goreng dengan kemasan berbagai merek saat terjadinya kelangkaan,” kata Direskrimsus Polda Kalimantan Selatan, Kombes Suhasto dalam keterangan tertulis, Selasa (8/3/2022).

Dikatakan Suhasto, kasus ini berawal dari adanya laporan dengan nomor: R/LI-93/III/RES.2.1.1/2022/Dit Reskrimsus, Tanggal 04 Maret 2022 dan nomor:  Sprin.Lidik/102/III/RES.2.1./2022/Dit Reskrimsus, Tanggal 04 Maret 2022.

Laporan tersebut berkaitan dengan kasus penemuan penyimpanan minyak goreng kemasan dengan berbagai merek sebanyak 1.000 karton dengan total 31.320 liter.

Minyak tersebut disimpan di sebuah gudang di Jalan Gubernur Suebardjo, Desa Tatah Layap, Banjar, Kalimantan Selatan.

“Zakiah mendapatkan minyak goreng itu dari pembelian sales yang ada di Surabaya,” sambungnya.

Suhasto menyebut, Zakiah membeli minyak goreng itu satu tahun lalu. Namun tidak habis terjual, sehingga disimpan dan akan dijual kembali dengan harga tinggi.

“Dalam hal penyimpanan minyak goreng kemasan tersebut, saudari Zakiah juga tidak disertai dengan perizinan dari dinas terkait,” jelasnya.

Terkait kasus ini, sejumlah barang bukti minyak goreng berbagai merek di gudang milik Zakiah. Antara lain minyak goreng merek Jujur sebanyak 2.380 pcs, Bimoli 80 pcs, Sovia 7.820 pcs, Filma 1.050 pcs, Fortune 2.370 pcs, Fraiswell 410 pcs, dan Sania 2.740 pcs.

Adapun Zakiah dijerat Pasal 107 jo Pasal 29 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan jo Pasal 11 ayat 2 Perpres 71 Tahun 2015. Dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara dan atau pidana denda paling banyak Rp50 miliar.

Sumber : PMJ NEWS




Belum Kelar Dibangun, Menara Masjid Islamic Center HSS Tumbang

HSS, Gerbang Kaltim.com – Pembangunan belum kelar, salah satu dari empat menara Masjid Islamic Center di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Desa Karasikan, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)di Kandangan tumbang, Kamis (17/3/2022) sekitar pukul 16.30 Wita.

Salah seorang saksi mata, Farid menceritakan, ambruknya menara Masjid Islamic Center itu hanya dalam hitungan detik, tiba-tiba saja sudah ambruk berantakan.

“Keadaan waktu itu memang angin kencang sama hujan deras,” ujar Farid yang sehari-hari mengelola warung di seberang proyek pembangunan masjid. Dia sempat menyaksikan tmbangnya menara Masjid Islamic Center HSS.

Seperti diberitakan https://jejakrekam.com/, ambruknya menara masjid diduga bahan-bahan atau material dari menara tersebut belum menyatu dengan baik. Sehingga, ketika diterpa angin kecang ditambah guyuran hujan, maka  dengan mudah menara itu tumbang.

 Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Hulu Sungai Selatan Teddy Soetedjo, mengatakan, menara yang ambruk itu akan segera diganti dengan yang baru.

Menurut Teddy, menara Masjid Islamic Center HSS yang ambruk itu di bagian belakang dan hanya setengah saja. Karena usia beton atau semen corannya belum matang. Sehingga tidak sanggup menahan hantaman angin kecang.

“Saat ini pembangunan sudah 92 persen. untuk langkah selanjutnya akan mengganti menara yang ambruk tersebut,” ujar Teddy.




Almarhum Mantan Gubernur H Muhammad Said Diusulkan Jadi Pahlawan

Kalsel, Gerbang Kaltim.comInnalilahi Wa Inna Illahi Rajiun. Warga Banua berduka dengan wafatnya mantan Gubernur Kalsel Ir H Muhammad Said Bin Bahar di Jakarta, Rabu (16/2/2022) sekitar pukul 05.15 Wita dalam usia 85 tahun. Sebagai penghormatan, DPRD Kalsel mengusulkan almarhum menjadi pahlawan.

 Pasalnya, semasa hidupnya saat menjadi Gubernur Kalsel, dinilai banyak jasa pembangunan yang diperbuat almarhum.

“H Muhammad Said, selama jadi Gubernur Kalsel hampir 13 tahun, kita merasakan tingkat disiplin beliau cukup tinggi. Beliau selalu memperhatikan dan memberi teladan kepada anak buah. Termasuk saya adalah binaan beliau saat jadi PNS,” kata Rudy Ariffin yang juga mantan Gubernur Kalsel.

Mantan Gubernur Kalsel dua periode ini menambahkan, banyak saran pelaksanaan pembangunan di Kalsel yang diberikan almarhum. Bahkan, mantan Gubernur Said tidak sedikit hasil pembangunan di era kepemimpinannya, di antaranya akses Jalan Batulicin (Kabupaten Tanah Bumbu) – Kandangan-Loksado di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

“Tentu kita merasakan kesedihan ditinggal orang yang dikenal sangat disiplin ini,” sambung Rudy Ariffin yang juga mantan Bupati Banjar dua periode ini, mengenang H Muhammad Said.

 Seperti dilansir https://jejakrekam.com/, kehilangan sosok Ir H Muhammad Said, juga dirasakan Ketua DPDR Kalsel H Supian HK. Menurutnya, banyak teladan yang harus dicontoh dari almarhum.

“Bukan hanya keluarga yang merasa kehilangan, kami pun merasakan hal yang sama,” ucap Sekretaris DPD Partai Golkar Kalsel ini.

Mengingat banyak jasa yang ditorehkan almarhum Ir H Muhammad Said, Supian menyebut, rencananya DPRD Kalsel akan mengusulkan sosok tokoh Banu Aini menjadi pahlawan.

“Insya Allah, Ir H Muhammad Said dan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary akan kami usulkan menjadi pahlawan,” ujar Supian.

 Mewakili Pemprov Kalsel, Sekda Roy Rizali Anwar, menyampaikan rasa duka yang mendalam. “Atas nama warga Banua dan Pemerintah Provinsi Kalsel, kami turut berduka cita,” tutur Roy.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, Roy berdoa semoga diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian ini. “Mari kita ikhlaskan kepergian beliau diiringi dengan doa. Semoga amal beliau diterima oleh Allah SWT, serta mendapat  tempat yang layak,” panjatnya.

Mendengar mantan Gubernur Kalsel Ir H Muhammad Said berpulang, ratusan pelayat, baik keluarga, pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat seperti mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK.

Selain itu, mantan Bupati Batola Hasanudin Murad, mantan Wakil Gubernur Kalsel Rosehan hingga Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, serta mantan anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Gusti Iskandar Sukma Alamsyah menghadiri pemakaman di Taman Makam Bahagia, Banjarbaru.

Jenazah dimakamkan bersebelahan dengan pusara istri almarhum, Hj Latifah di Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin, Banjarbaru, usai dishalatkan di Masjid Al Fatah. Jenazah diangkut dengan pesawat Batik Air dari Jakarta menuju Banjarbaru, Kalsel.




Satreskrim Polres HST Bekuk 2 Terduga Pelaku Curanmor yang Buron

HST, Gerbang Kaltim.com – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Sekatan (Kalsel), akhirnya berhasil membekuk 2 terduga pelaku kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dinyatakan buron selama kurang lebih setahun.

Kedua terduga yang diamankan polisi itu masing-masing berinisial ‘MA’ dan ‘MAM’, Senin (14/2/2022), saat petugas/penyidik memeriksa saksi-saksi.

“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pelaku ditemukan fakta bahwa ‘MA’ dan ‘MAM’ merupakan pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP,” kata Kapolres HST AKBP Sigit Hariyadi, melalui humas Aipda M Husaini, Selasa (15/2/2022). Dua pelaku curanmor akhirnya ditangkap.

Seperti dilansir https://www.banjarhits.com/, penangkapan ‘MA’ dan ‘MAM’, setelah Ore Jamidi melaporkan dugaan tindak pencurian motor Yamaha DA 3535 UO ke Polres HST, Kamis, 18 Februari 2021 lalu.

Kasus curnamor terjadi di rumah kontrakan pelapor/korban di Jalan Abdul Musi Ridhani RT 014 Kelurahan Barabai Timur, Kecamatan Barabai.

“Kejadian bermula pada hari Senin tanggal 8 Februari 2021 jam 23.00 Wita, saat itu korban menaruh sepeda motornya di halaman rumah kontrakan tanpa dikunci setang,” ujar Aipda M Husaini.

Kemudian korban pergi bekerja bersama dengan temannya menggunakan mobil. Namun sekitar pukul 04.00 Wita, korban melihat motornya sudah tidak ada di tempat parkiran.

Atas kehilangan itu, korban bergegas memberitahukan kejadian tersebut kepada pamannya, bahwa sepeda motornya sudah tidak ada di halaman rumah kontrakan. Dengan kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar 10 juta rupiah.




Polsek Halong Tangkap Pembawa Sabu yang Terselip di Saku Celana

HSU, Gerbang Kaltim.com Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polsek Halong Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menangkap seorang pemuda berinisial ‘AM’, yang ketahuan membawa narkoba jenis sabu yang diselipkan di saku celananya, Selasa (15/2/2022) malam.

Penangkapan pembawa barang haram dengan berat kotor 0,50 gram itu, tatkala personel Polsek Halong, melaksanakan penyekatan di perbatasan Kecamatan Juai-Halong.

Saat dilakukan pemeriksaan, Polsek Halong ini tidak saja menemukan serbuk sabu saja, tapi juga menemukan barang bukti lainnya, seperti sebatang sedotan selembar uang pecahan seratus ribu rupiah, sebuah handphone Samsung J5 warna silver dan sebuah motor Honda Beat.

“Pada malam hari kami langsung melakukan penyekatan di perbatasan Kecamatan Juai-Halong, terhadap warga yang mencurigakan dan benar tersangka ‘AM’, kami dapati membawa barang haram itu di dalam saku celana sebelah kirinya,” kata Kapolsek Halong Krismianto di Paringin, Rabu (16/2/2022).

Seperti diberitakan https://jejakrekam.com/, lelaki yang ditangkap Satuan Reskrim Polsek Halong itu, disebut-sebut pemuda asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

 Lelaki berusia sekitar 24 tahun itu berhasil ditangkap, setelah pihak Polsek Halong menerima laporan dari masyarakat yang menceritakan ada warga dari luar Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan yang sering keluar masuk melakukan transaksi narkotika jenis sabu.

Berbekal informasi itu, Satuan Reskrim Polsek Halong bergerak dan melakukan penyekatan di kawasan perbatasan Kecamatan Juai-Halong. Dengan strategi itu, akhirnya petugas berhasil membekuk sasaran sekaligus menyita beberapa barang bukti terkait kasus narkoba.




Gadis Berusia Belasan Tahun di Tanbu Diduga “Digagahi” Ayah Tiri

Tanah Bumbu, Gerbang Kaltim.com – Gadis masih berusia belasan tahun di wilayah Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), diduga “digagahi” ayah tirinya sendiri.

Kasus asusila itu terbongkar di Kepolisian Resort (Polres) Tanbu, setelah salah seorang kerabat/keluarga yang melaporkan kasusnya.

Seperti diberitakan https://jejakrekam.com/, Kasi Humas Polres Tanbu AKP H Made Rasa, mewakili Kapolres AKBP Tri Hambodo menjelaskan, Peristiwa dugaan pencabulan terhdap gadis belia itu terjadi pada Kamis, (10/2/2022) pukul 20.30 wita.

Diketahuinya hal ini, setelah mendapat laporan dari pihak korban. “Pengakuan pelaku, berdasarkan keterangan pelapor, pelaku telah melakukan pencabulan sebanyak 20 kali, ” terang Made Rasa, Senin (14/2/2022).

Diadukannya kasus tidak senonoh itu, setelah pelapor mendengar cerita gadis belasan tahun itu tentang apa yang dialaminya. Mendengar kisah tersebut, sang pelapor berinisiatif menyambangi rumah korban untuk memastikan kesungguhannya.

Lelaki sebagai terduga kasus pencabulan terhadap gadis yang diketahui anak tirinya sendiri tersebut, disebut-sebut berinisial ‘S’. Sang ayah tiri ini, tidak berapa lama diciduk pihak Polres Tanbu.

Ketika melakukan pengamanan terduga pelaku, personel Polres datang ke rumahnya di kawasan Kecamatan Simpang Empat Tanbu, bersama anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) yang dibantu Unit Resmob Polres setempat, Minggu, (13/2/2022).




Perempuan – Anak-Anak Berhak Tumbuh dan Berkembang Secara Wajar

Barito Kuala, Gerbang Kaltim.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Hasanuddin Murad SH menegaskan, perempuan dan anak-anak berhak mendapatkan atas keberlangsungan hidup yang layak secara menyeluruh. Bahkan, ketentuan ini telah diamanahkan UUD 1945.

Hal itu dikatakannya dalam acara sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat perihal Perda Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada relawan Sahabat Perempuan dan Anaka (SAPA) Desa Sepakat Bersama dan para aparatur Desa Sepakat Bersama Kecamatan Anjir, Muara Kabupaten Barito Kuala (Batola) di Kantor Desa setempat, Sabtu (12/2/2022).

“Mereka ini berhak tumbuh dan berkembang secara wajar serta haknya atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, ” kata Hasanuddin Murad.

Fungsi Perda ini, terang Hasanuddin, diantaranya untuk menghindari dominasi dari kaum laki-laki. Maka, perlu diberikan perlindungan dan payung hukum kepada kaum perempuan, agar bisa lebih berdaya dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari termasuk hak berpartisipasi dan berkarir di politik.

“Dalam Perda ini sudah diatur keterwakilan perempuan di lembaga legislatif sekurang-kurangnya 30 persen,” sebut mantan Bupati Batola 2 periode ini.

Seperti diberitakan https://www.banjarhits.com/, Hasanuddin Murad meminta, Bupati Kabupaten Barito Kuala Hj Noormiliyani AS yang rhadir sebagai narasumber untuk menambahkan terkait Perda Provinsi Kalsel Nomor 11 Tahun 2018 ini.

Bupati menyampaikan, Batola sudah mengimplementasikan perda ini. “Semenjak saya menjabat, banyak anggota DPRD maupun kepala desa dari golongan perempuan, ” ungkap Bupati.

Terkait pemberdayaan perempuan, Bupati meminta kepada seluruh peserta sosialisasi untuk memulai dari diri sendiri untuk menggali potensi diri.

“Saya mau perempuan Batola bisa memberdayakan diri sendiri terlebih dahulu. Mampu menggali potensi diri, sehingga selanjutnya mampu membantu menggali potensi masyarakat di sekitarnya, ” ingin Bupati wanita pertama di Kalimantan Selatan ini.

Dalam Perda, diperintahkan untuk memberdayakan perempuan. Bupati menyebut, melalui UMKM para perempuan bisa memberdayakan dirinya terlebih dahulu dengan berkarya, termasuk perlindungan anak dari pernikahan dini.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Pengadilan Agama. Kita perjuangkan bahwa jangan sampai ada pernikahan anak di Batola, ” tambahnya.

Bupati berharap pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan tidak hanya berupa jargon-jargon. Namun telah terimplementasi melalui peraturan-peraturan dan kebijakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindunan Anak (DPPKBP3A) Batola Harliani, mengapresiasi kegiatan sosialisasi Perda Nomor 11 Tahun 2018.

Menurut Harliani kegiatan edukasi ini turut mendukung upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hak perempuan dan anak sehingga dapat mewujudkan perempuan yang berkualitas dan mandiri.

“Kaum hawa itu setara dengan pria dalam hal hak mereka misalnya berkarir bidang pemerintahan, ekonomi, politik, budaya, dan keamanan pun ada, untuk itu Potensi dan kualitas harus ditinggkatkan,” tandasnya.