Dari Drum Cat Bekas, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Belajar Mandiri dan Peduli Lingkungan
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin, aktivitas produktif terus tumbuh. Sejumlah warga binaan tampak sibuk membersihkan drum cat bekas, mengelas rangka besi, hingga mengecat ulang hasil karya mereka.
Bukan sekadar kegiatan pengisi waktu, aktivitas ini menjadi bagian dari Program Pembinaan Kemandirian yang rutin dilaksanakan pihak lapas.
Warga binaan kembali mengolah drum cat bekas menjadi tempat sampah berkerangka besi dengan pendampingan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja).
Program ini diarahkan untuk menumbuhkan keterampilan kerja sekaligus kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas yang masih bernilai guna.
Dalam prosesnya, drum cat bekas dibersihkan, dimodifikasi, lalu dicat ulang dengan penanda klasifikasi sampah, seperti organik dan nonorganik. Agar lebih kokoh dan aman digunakan, drum tersebut kemudian dipasangkan pada kerangka besi hasil pengelasan sederhana.
Setelah dirapikan, tempat sampah siap digunakan dan direncanakan ditempatkan di sejumlah titik strategis di lingkungan lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan bahwa kegiatan ini mencerminkan esensi pembinaan kemandirian yang ingin dibangun di dalam lapas.
“Pembinaan bukan hanya soal mengisi waktu, tetapi membekali warga binaan dengan keterampilan yang bisa mereka manfaatkan. Dengan pendampingan Seksi Giatja, kegiatan sederhana seperti ini bisa berdampak nyata, baik bagi warga binaan maupun lingkungan lapas,” ujar Akhmad Herriansyah, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
Bagi warga binaan, kegiatan ini juga menghadirkan pengalaman baru. ZA, salah satu warga binaan yang terlibat langsung, mengaku mendapatkan pengetahuan tentang pembuatan rangka besi dan proses pengelasan.
“Kami belajar membuat rangka besi supaya drum lebih kuat. Kegiatannya cukup menantang, tapi hasilnya bisa langsung dipakai di lapas. Ini jadi pengalaman dan bekal keterampilan bagi kami,” kata ZA.
Melalui Program Pembinaan Kemandirian yang didukung peran aktif Seksi Giatja, Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus berupaya membentuk warga binaan yang terampil, produktif, dan bertanggung jawab. Dari drum cat bekas dan rangka besi sederhana, lahir karya yang fungsional sekaligus menjadi simbol proses pembinaan menuju kemandirian.
BACA JUGA
