Dellian, Sang Pembaca Puisi Energi: Ketika Pertamina Warnai Hari Belajar Anak SD di Balikpapan Lewat PEN 8.0

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pagi yang cerah di SDN 005 Balikpapan Utara berubah menjadi lebih semarak dari biasanya. Bukan karena ada lomba atau kunjungan pejabat, tapi karena kehadiran para relawan dari Pertamina Group yang membawa misi edukatif lewat program tahunan mereka, Pertamina Energi Negeri (PEN) 8.0.
Di tengah sorak tawa anak-anak, satu sosok kecil tampil memukau — Dellian Sadam Tegar, siswa kelas 5 yang dengan lantang membacakan puisi bertema energi di depan kelas. Suaranya jelas, matanya tajam penuh semangat, dan tubuhnya tegak berdiri seakan panggung itu miliknya. Bukan hanya teman sekelasnya yang terpukau, para relawan Pertamina pun ikut berdecak kagum.
“Saya biasanya malu ngomong di depan kelas, tapi hari ini saya mau coba,” kata Dellian usai membacakan puisinya. “Saya pengen bisa seperti kakak-kakak Pertamina, pintar dan bisa ngomong di depan banyak orang.” ujarnya.
Mengubah Cara Belajar Energi, dari Buku ke Dunia Nyata
PEN 8.0 hadir tidak sekadar membawa modul pelajaran. Para relawan yang terdiri dari 950 karyawan Pertamina Group — termasuk 29 dari PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) — datang langsung ke ruang-ruang kelas di 80 sekolah dasar di 28 kota seluruh Indonesia.
Di Balikpapan, kegiatan digelar serentak di enam sekolah, yakni:
SDN 005 Balikpapan Utara
SDN 005 Balikpapan Selatan
SDN 007 Balikpapan Selatan
SDN 026 Balikpapan Tengah
SDN 011 Balikpapan Kota
SDN 021 Balikpapan Timur
Total ada lebih dari 1.200 siswa di Balikpapan yang terlibat dalam kegiatan ini. Mereka belajar tentang pentingnya energi, mulai dari jenis-jenis sumber energi, cara menghemat listrik, hingga mengenal energi terbarukan melalui metode yang interaktif dan menyenangkan — dari kuis, lomba, hingga permainan peran.
Belajar Menghemat Energi Sejak Dini
Menariknya, tidak hanya saat acara berlangsung, siswa seperti Dellian sudah mulai menerapkan kesadaran energi di rumah.
“Kalau siang saya matikan lampu. Biar hemat. Kata mama juga listrik sekarang mahal,” ujarnya polos.
Kebiasaan kecil seperti itu adalah salah satu indikator keberhasilan program edukasi publik seperti PEN, yang tidak hanya menanamkan pengetahuan tetapi juga membentuk perilaku baru yang lebih sadar lingkungan.
Inspirasi Dua Arah: Anak Belajar dari Relawan, Relawan Belajar dari Anak
Menurut Andi Adam, Koordinator PEN 8.0 wilayah Balikpapan, interaksi dalam kegiatan ini menciptakan pembelajaran dua arah.
“Kami datang untuk mengajar, tapi justru kami juga belajar banyak dari semangat dan kepolosan anak-anak. Dellian dan teman-temannya adalah gambaran masa depan Indonesia yang penuh harapan.”
Sementara itu, VP Legal and Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menegaskan bahwa PEN bukan hanya bentuk tanggung jawab sosial Pertamina, tapi juga investasi jangka panjang dalam pembangunan karakter anak bangsa.
“Kami ingin anak-anak paham bahwa energi bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. Mulai dari menyalakan lampu, menanak nasi, sampai menonton TV — semua butuh energi. Dan tugas kita bersama adalah menggunakannya dengan bijak,” jelasnya.
PEN 8.0: Investasi Sosial untuk Masa Depan Energi Nasional
Hingga tahun ke-8 pelaksanaannya, Program PEN telah menjangkau lebih dari 120.000 siswa SD di seluruh Indonesia sejak diluncurkan pertama kali pada 2017. Pertamina berharap generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi pengguna energi, tetapi juga pelopor dalam menciptakan solusi energi masa depan — mulai dari konservasi hingga inovasi energi terbarukan.
Dengan mengusung tema tahun ini: “Energi Untuk Negeri, Anak Hebat, Indonesia Kuat,” PEN 8.0 bukan hanya sekadar program sosial, tapi gerakan nasional untuk menyiapkan generasi yang cerdas, percaya diri, dan peduli pada lingkungan.
Dan di tengah semua itu, seorang anak bernama Dellian telah menunjukkan bahwa langkah besar untuk masa depan bisa dimulai dari keberanian kecil: membaca puisi dengan suara lantang.
BACA JUGA