Ibadah Natal Bersama BKSGB Teguhkan Toleransi dan Persatuan Umat di Balikpapan

Pemkot Balikpapan
Wakil Wali Kota Balikpapan Dr Ir H Bagus Susetyo MM saat memberikan sambutan Ibadah dan Perayaan Natal Bersama Tahun 2025 yang digelar Badan Kerja Sama Gereja-Gereja Balikpapan (BKSGB), Selasa (27/1/2026) malam.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Badan Kerja Sama Gereja-Gereja Balikpapan (BKSGB) menggelar Ibadah dan Perayaan Natal Bersama Tahun 2025 pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 2.600 jemaat dari berbagai aras gereja ini menjadi momentum penguatan persatuan umat Kristiani sekaligus peneguhan nilai toleransi antarumat beragama di Kota Balikpapan.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo, MM, yang hadir dalam perayaan tersebut menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Balikpapan terhadap penyelenggaraan kegiatan keagamaan yang berlangsung dengan tertib dan penuh kebersamaan.

“Pemerintah Kota Balikpapan sangat mengapresiasi kegiatan hari besar keagamaan seperti ini. Kita memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh umat beragama untuk melaksanakan ibadah dan perayaan hari besarnya. Inilah wujud nyata toleransi yang terus kita jaga di Balikpapan,” ujar Bagus Susetyo.

Menurutnya, antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan kedewasaan masyarakat Balikpapan dalam merawat harmoni sosial.

“Kita berharap seluruh masyarakat terus saling menghormati antarumat beragama, sehingga Balikpapan tetap menjadi kota yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua,” katanya.

Dalam perayaan tersebut, turut ditampilkan kolaborasi budaya lintas etnis dan agama, salah satunya penampilan masyarakat Ambon yang melibatkan umat Muslim dan Kristiani. Wakil Wali Kota menilai hal tersebut sebagai contoh konkret toleransi yang hidup di tengah masyarakat.

“Itu menunjukkan bahwa masyarakat kita sudah sangat dewasa dalam menghargai perbedaan. Ini bisa menjadi pemicu kegiatan-kegiatan lain yang melibatkan lintas agama ke depannya,” ujarnya.

Ketua BKSGB, Pdt Maspin Sihotang, S.H., M.A., mengatakan bahwa Natal Bersama ini menjadi wadah persatuan seluruh gereja di Balikpapan, tanpa memandang aras maupun denominasi.

“Kebersamaan gereja-gereja di Balikpapan ini terjadi karena kita dekat dengan Tuhan. Dari situ kita bisa bersatu, melayani bersama, dan saling menopang,” tutur Maspin.

Ia juga mengungkapkan bahwa hampir seluruh gereja di Balikpapan terlibat aktif dalam perayaan tersebut, baik sebagai panitia maupun peserta.

Sementara itu, Pelayan Firman, Pdt Marthen Leiwakabessy, S.Th, menjelaskan bahwa Natal Bersama BKSGB bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana memperkuat persatuan umat Kristen dan relasi sosial di Kota Balikpapan.

“Natal tahun ini kita maknai bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai momentum untuk mengikat persatuan dan kesatuan umat Kristen sekota Balikpapan, sekaligus mempererat relasi dengan seluruh masyarakat,” kata Marthen.

Ia menyebutkan bahwa perayaan ini diikuti oleh seluruh aras gereja, mulai dari PGI, PGPI, PGLI, Advent, Bala Keselamatan, hingga Papis.
Konsep perayaan yang dikemas dengan nuansa budaya, seperti etnik Toraja, Dayak, dan Ambon, menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, umat Muslim turut ambil bagian dalam penampilan budaya sebagai simbol persaudaraan.

“Kita berbeda agama, tetapi tetap satu sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Dalam budaya Ambon disebut pela gandong, berbeda tetapi tetap bersaudara,” ujar Marthen.

Berdasarkan catatan panitia, konsumsi yang disiapkan sebanyak 2.500 porsi, namun jumlah kehadiran mencapai sekitar 2.600 orang, melebihi target awal sebanyak 2.000 peserta.

Ke depan, BKSGB berharap perayaan Natal dapat terus melibatkan lebih banyak elemen masyarakat lintas agama dan budaya, bahkan direncanakan digelar dalam skala yang lebih besar.

“Harapan kami, gereja-gereja di Balikpapan semakin kuat dalam persekutuan dan mampu menjadi berkat serta membawa dampak positif bagi masyarakat luas,” kata Marthen.

Tinggalkan Komentar