KPB Gelar Pelatihan Administrasi Perkantoran bagi Penyandang Disabilitas di Balikpapan
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Sebanyak 15 penyandang disabilitas usia produktif mengikuti Pelatihan Administrasi Perkantoran yang digelar PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) bersama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Unit Balikpapan, bekerja sama dengan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Balikpapan.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 11–15 Februari 2026 di Banua Patra, Balikpapan. Pelatihan berbasis praktik ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan administrasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Materi yang diberikan meliputi pengelolaan surat-menyurat, manajemen arsip, penyusunan laporan, etika komunikasi profesional, serta penguasaan aplikasi perkantoran.
Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman mengatakan, pemberdayaan penyandang disabilitas merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial sekaligus prinsip keberlanjutan.
“Pemberdayaan difabel bukan hanya tentang kepedulian sosial, tetapi memastikan adanya akses dan kesempatan yang setara. Kami ingin industri tumbuh seiring dengan peningkatan kapasitas masyarakat sekitar,” ujar Asep dalam keterangan tertulis, Minggu (15/2/2026).
Menurut dia, setiap individu memiliki potensi dan kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi secara ekonomi. Karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas.
“Melalui pelatihan administrasi perkantoran ini, kami berharap para peserta memperoleh keterampilan praktis yang dapat meningkatkan kepercayaan diri, membuka peluang kerja, serta memperluas akses terhadap dunia profesional,” kata Asep.
Program ini turut didukung Dinas Tenaga Kerja Kota Balikpapan serta Lembaga Pelatihan Kerja sebagai pelaksana teknis. Sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan komunitas dinilai penting untuk memperluas akses kerja bagi penyandang disabilitas.
Ketua HWDI Kota Balikpapan, Lily Handayani, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada para peserta.
“Harapan kami pelatihan serupa dapat terus berlanjut agar semakin banyak penyandang disabilitas yang memiliki kompetensi dan daya saing di dunia kerja,” ungkapnya.
Melalui peningkatan kompetensi tersebut, para peserta diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja formal dan meningkatkan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
BACA JUGA
