Lapas Banjarmasin Gelar Sidang TPP, Evaluasi Pembinaan 65 Warga Binaan

Lapas Banjarmasin
Lapas Kelas IIA Banjarmasin kembali menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebagai bagian dari upaya memastikan pembinaan warga binaan berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan di Aula Lapas Banjarmasin, Senin (19/1/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebagai bagian dari upaya memastikan pembinaan warga binaan berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan di Aula Lapas Banjarmasin, Senin (19/1/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 65 warga binaan yang tengah menjalani masa pidana.

Sidang TPP menjadi forum strategis untuk mengevaluasi perkembangan sikap, perilaku, serta keikutsertaan warga binaan dalam berbagai program pembinaan, baik kepribadian maupun kemandirian. Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai unsur petugas lintas bidang.

Sidang dipimpin oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Banjarmasin, Gilang Wisnuwardhana. Turut hadir sejumlah pejabat struktural, mulai dari unsur registrasi, bimbingan kemasyarakatan, kegiatan kerja, keamanan, hingga pelayanan kesehatan.

“Pembinaan kepribadian merupakan fondasi utama perubahan perilaku warga binaan. Selama ini kami terus mendorong kegiatan positif seperti pembinaan keagamaan, kedisiplinan, serta peningkatan wawasan sebagai bekal mereka ke depan,” ujar Gilang dalam arahannya.

Dari sisi kemandirian, Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Bagus Paras Etika menekankan pentingnya keterampilan sebagai modal reintegrasi sosial.

Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak berhenti pada masa pidana, tetapi harus berdampak setelah warga binaan kembali ke masyarakat.

“Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama di lapas dapat dimanfaatkan secara nyata untuk kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah bebas,” kata Bagus.

Aspek keamanan dan ketertiban juga menjadi perhatian serius dalam sidang tersebut.

Kepala Sub Seksi Keamanan, Candra Budi Pustiko Mulyo, menilai perilaku sehari-hari warga binaan sebagai indikator penting dalam proses evaluasi.

“Kedisiplinan, kerapian, serta kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian dari penilaian dalam Sidang TPP,” ujarnya.

Tak hanya itu, aspek kesehatan turut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh.

Dokter Klinik Pratama Lapas Banjarmasin, dr. Yayuk Ruwaidah, mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat, baik selama menjalani pidana maupun setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa Sidang TPP merupakan instrumen penting dalam sistem pemasyarakatan untuk memastikan hak pembinaan warga binaan terpenuhi secara adil dan objektif.

“Sidang TPP ini menjadi sarana evaluasi yang terukur dan berkeadilan. Kami ingin memastikan setiap warga binaan mendapatkan pembinaan sesuai dengan perkembangan sikap, perilaku, dan kesungguhannya mengikuti program pembinaan,” tegas Herriansyah.

Ia menambahkan, pembinaan di Lapas Banjarmasin tidak hanya berorientasi pada penyelesaian masa pidana, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan warga binaan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat.

Melalui Sidang TPP, Lapas Banjarmasin terus berupaya menghadirkan pembinaan yang utuh mengasah keterampilan, memperkuat nilai keagamaan, menanamkan disiplin, serta menjaga kesehatan sebagai bekal bagi warga binaan untuk menata kembali kehidupan yang lebih baik dan bermakna.

Tinggalkan Komentar