Lapas Banjarmasin Mulai Tahapan Akreditasi Klinik, Layanan Kesehatan Warga Binaan Dievaluasi Menyeluruh

Lapas Banjarmasin
Lapas Kelas IIA Banjarmasin mulai menapaki proses akreditasi layanan kesehatan dengan melaksanakan Survei Pre Akreditasi Klinik Pratama, Sabtu (24/1/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin mulai menapaki proses akreditasi layanan kesehatan dengan melaksanakan Survei Pre Akreditasi Klinik Pratama, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan fasilitas dan mutu pelayanan kesehatan bagi warga binaan.

Survei pre akreditasi dilakukan sebagai evaluasi menyeluruh terhadap Klinik Pratama Lapas Banjarmasin, mencakup aspek administrasi, ketersediaan sarana dan prasarana, alur pelayanan medis, hingga pemahaman petugas terhadap standar pelayanan kesehatan yang berlaku.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Gilang Wisnuwardhana, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat) Muhammad Ansyari, serta jajaran petugas Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Banjarmasin.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pelaksanaan survei pre akreditasi merupakan bentuk komitmen institusinya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara berkelanjutan.

“Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga binaan. Survei pre akreditasi ini kami jadikan sebagai sarana evaluasi awal agar Klinik Pratama Lapas Banjarmasin benar-benar siap memenuhi standar akreditasi yang ditetapkan,” kata Herriansyah.

Menurut dia, kesiapan klinik tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari profesionalisme dan pemahaman petugas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu.

Sementara itu, Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Banjarmasin Gilang Wisnuwardhana mengatakan bahwa survei ini menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan internal, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan klinik.

“Melalui survei pre akreditasi ini, kami dapat mengetahui kekurangan yang masih perlu diperbaiki. Harapannya, pelayanan kesehatan bagi warga binaan dapat berjalan optimal, sesuai standar, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ujarnya.

Dengan dilaksanakannya tahapan awal akreditasi ini, Lapas Kelas IIA Banjarmasin berharap Klinik Pratama yang dikelola mampu memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, serta memenuhi standar nasional, sekaligus mendukung pemenuhan hak dasar warga binaan di bidang kesehatan.

Tinggalkan Komentar