Lapas Banjarmasin Pelajari Dapur Sehat di Banjarbaru
Banjarbaru, Gerbangkaltim.com — Upaya meningkatkan kualitas layanan bagi Warga Binaan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin. Salah satunya melalui kegiatan studi tiru ke Lapas Kelas IIB Banjarbaru untuk mempelajari penerapan Dapur Sehat, sebuah sistem pengelolaan dapur yang menitikberatkan pada kebersihan, gizi, dan standar pelayanan yang layak.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, didampingi Kasi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) Gilang Wisnuwardhana, Kasubsi Bimkemaswat Muhammad Ansyari, serta jajaran petugas dapur Lapas Banjarmasin. Rombongan disambut oleh jajaran Lapas Banjarbaru yang telah dikenal sukses menerapkan sistem dapur yang tertib dan terstandarisasi.
Dalam studi tiru tersebut, rombongan Lapas Banjarmasin mempelajari secara langsung tata kelola dapur, mulai dari pengadaan dan penyimpanan bahan makanan, proses pengolahan, penyajian, hingga penerapan standar kebersihan sarana dan prasarana dapur.
Setiap tahapan dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kesejahteraan Warga Binaan.
Kalapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah menegaskan, dapur bukan sekadar tempat memasak, melainkan bagian penting dari pemenuhan hak asasi Warga Binaan.
“Pemenuhan hak dasar Warga Binaan, termasuk hak atas makanan yang sehat dan bergizi, adalah bentuk tanggung jawab negara yang harus kami pastikan berjalan dengan baik. Dapur harus dikelola secara profesional karena dari sanalah kesehatan, pembinaan, dan martabat Warga Binaan dijaga setiap hari,” tegasnya, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, praktik Dapur Sehat yang diterapkan di Lapas Banjarbaru menjadi contoh konkret bagaimana pengelolaan yang baik dapat meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, hasil dari studi tiru ini akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan di Lapas Banjarmasin.
“Banyak hal positif yang bisa kami adopsi. Tentunya akan kami sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di Lapas Banjarmasin agar penerapannya berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarmasin menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung reformasi pemasyarakatan, dengan menempatkan aspek pelayanan, pembinaan, dan kemanusiaan sebagai prioritas utama.
Studi tiru ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan dapur yang lebih sehat, higienis, dan berstandar, demi terwujudnya layanan pemasyarakatan yang semakin humanis.
BACA JUGA
