Lapas Banjarmasin Perkuat Arah Kinerja Lewat Sosialisasi Renstra Pemasyarakatan
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin memperkuat arah dan konsistensi kinerja organisasi dengan mengikuti Sosialisasi Rencana Strategis (Renstra) dan Buku Saku Kinerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, Jumat (9/1/2026).
Kegiatan ini digelar secara daring oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan.
Sosialisasi yang berlangsung sejak pukul 10.00 WITA itu diikuti Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah bersama jajaran struktural dan staf dari Aula Lapas Banjarmasin.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyatukan persepsi dan menyelaraskan langkah seluruh UPT pemasyarakatan dalam menjalankan tugas dan fungsi secara terukur.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Mulyadi, dalam arahannya menegaskan bahwa capaian kinerja kantor wilayah tidak dapat dipisahkan dari kinerja UPT. Menurut dia, keberhasilan pelaksanaan Renstra sangat ditentukan oleh komitmen bersama serta efektivitas pembinaan dan pengawasan.
“Capaian kinerja kantor wilayah adalah cerminan dari kinerja UPT. Renstra hanya akan berhasil jika seluruh jajaran memiliki komitmen yang sama dan menjalankannya secara konsisten,” ujar Mulyadi.
Ia menekankan pentingnya sinergi yang solid antara kantor wilayah dan UPT agar Renstra dan Buku Saku Kinerja tidak berhenti pada tataran dokumen, melainkan diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.
Mulyadi juga mengapresiasi kehadiran para kepala UPT beserta jajaran sebagai wujud keseriusan meningkatkan kinerja pemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah menyatakan bahwa sosialisasi ini menjadi penegasan arah kerja seluruh jajaran agar tetap sejalan dengan tujuan organisasi.
“Renstra dan Buku Saku Kinerja adalah kompas kerja kami. Melalui sosialisasi ini, seluruh jajaran diingatkan kembali bahwa setiap tugas harus dilaksanakan secara terukur, selaras, dan berkelanjutan,” kata Akhmad Herriansyah.
Ia menambahkan, pemahaman yang diperoleh tidak boleh berhenti pada tataran teori, tetapi harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Apa yang kita pahami hari ini harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, konsisten, dan penuh tanggung jawab. Di situlah integritas kinerja kita diuji,” ujarnya.
Dengan mengikuti sosialisasi ini, Lapas Kelas IIA Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja yang profesional dan akuntabel, sekaligus memastikan setiap program dan kegiatan memberikan dampak nyata bagi sistem pemasyarakatan.
BACA JUGA
