Menebar Harapan Lewat Kolam Ikan dari Balik Jeruji Lapas Kelas IIA Banjarmasin
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Suasana kolam beton di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin tampak berbeda, Senin (5/1/2026). Sebanyak 1.500 benih ikan ditebar sebagai simbol tumbuhnya harapan baru bagi warga binaan melalui program kemandirian dan ketahanan pangan yang terus digalakkan.
Benih ikan yang ditebar terdiri dari 1.000 ekor ikan papuyu dan 500 ekor ikan gabus. Penebaran dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin bersama sejumlah warga binaan, menandai dimulainya pemanfaatan kolam beton yang baru selesai dibangun sebagai sarana pembinaan produktif.
Program budidaya perikanan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas, tetapi juga pada pembekalan keterampilan nyata. Warga binaan dilibatkan secara aktif mulai dari penebaran benih, perawatan harian, hingga pengelolaan hasil panen ke depan.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Ahmad Herriansyah menegaskan, program tersebut merupakan implementasi nyata dari sistem Pemasyarakatan yang berfokus pada pembinaan dan pemberdayaan.
“Kami ingin warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bisa mereka manfaatkan setelah bebas nanti. Program budidaya ikan ini bukan hanya soal ketahanan pangan di dalam Lapas, tetapi juga tentang membangun kemandirian, disiplin, dan rasa tanggung jawab,” ujar Kepala Lapas, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, pemanfaatan lahan dan fasilitas Lapas secara produktif juga menjadi langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menciptakan kegiatan yang bernilai ekonomis dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar beternak ikan, program ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri warga binaan.
Melalui kerja bersama dan proses yang berkesinambungan, mereka dilatih untuk terbiasa dengan ritme kerja, perencanaan, serta kerja sama tim dan menanamkan nilai-nilai penting untuk kembali beradaptasi di masyarakat.
Salah satu warga binaan berinisial NS mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa program ini memberikan pengalaman baru yang positif.
“Saya senang bisa ikut. Kegiatannya bermanfaat dan kami merasa dipercaya untuk mengelola sesuatu yang nyata. Ini jadi pengalaman yang berharga,” ungkapnya.
Melalui program kemandirian berbasis ketahanan pangan ini, Lapas Banjarmasin menunjukkan bahwa pembinaan di balik tembok penjara tidak semata-mata soal menjalani masa pidana, tetapi juga tentang menyiapkan masa depan.
Dari kolam ikan sederhana, Lapas Banjarmasin menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.
BACA JUGA
