Nyalakan Harapan dari Balik Jeruji, Lapas Banjarmasin Hadirkan Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan

Lapas Banjarmasin
Sebanyak 60 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Banjarmasin mengikuti kegiatan pembelajaran yang mencakup Paket A, Paket B, dan Paket C, Sabtu (10/1/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Di balik tembok tinggi dan jeruji besi Lapas Kelas IIA Banjarmasin, harapan itu tetap tumbuh. Sabtu (10/1/2026), suasana Aula Lapas tampak berbeda.

Puluhan warga binaan duduk rapi, membuka buku, dan mengikuti proses belajar dalam program pendidikan kesetaraan yang digelar bekerja sama dengan PKBM Azzahra.

Sebanyak 60 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti kegiatan pembelajaran yang mencakup Paket A, Paket B, dan Paket C. Program ini ditujukan bagi mereka yang belum menyelesaikan pendidikan formal, sekaligus menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang agar warga binaan memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.

Secara keseluruhan, program pendidikan kesetaraan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin diikuti oleh 130 warga binaan, dengan rincian 45 orang Paket A, 45 orang Paket B, dan 40 orang Paket C. Pembelajaran dilaksanakan secara terjadwal dengan pendampingan tutor dari PKBM Azzahra, serta dibantu Kader Pendidikan Warga Binaan yang telah diseleksi sesuai kualifikasi pendidikan, di bawah pengawasan petugas Bimkemaswat.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam proses pembinaan di dalam lapas.

“Pendidikan adalah bekal jangka panjang bagi warga binaan. Meskipun berada di balik tembok lapas, mereka harus tetap memiliki harapan dan kesempatan untuk memperbaiki masa depan. Inilah bagian dari komitmen kami dalam membina, bukan sekadar menjaga,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan yang menyentuh aspek intelektual dan mental akan membantu warga binaan lebih siap menjalani kehidupan setelah bebas, sekaligus menekan potensi residivisme.

Sementara itu, perwakilan PKBM Azzahra, Rachmi Utami, menyampaikan bahwa pendidikan kesetaraan di lingkungan pemasyarakatan merupakan wujud nyata pendidikan yang inklusif.

“Kami ingin memastikan hak pendidikan tetap terpenuhi bagi siapa pun, termasuk warga binaan. Proses belajar ini bukan hanya mengejar ijazah, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kesiapan hidup,” katanya.

Bagi para peserta, kesempatan belajar ini menjadi ruang untuk memperbaiki diri. Salah satu warga binaan, Rahman (inisial), mengaku bersyukur bisa kembali merasakan bangku belajar meski berada di dalam lapas.

“Walaupun kami di sini, kami masih diberi kesempatan untuk belajar dan berubah menjadi lebih baik. Ini sangat berarti bagi kami dan keluarga di luar,” tuturnya lirih.

Kegiatan pembelajaran berlangsung tertib dan kondusif, mencerminkan sinergi positif antara Lapas Kelas IIA Banjarmasin dan PKBM Azzahra dalam menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan.

Melalui program pendidikan kesetaraan ini, Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus menegaskan komitmennya untuk membangun sumber daya manusia warga binaan menyalakan kembali mimpi, membuka peluang baru, dan mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri yang lebih kuat.

Tinggalkan Komentar