Optimisme Lapas Banjarmasin Menuju Akreditasi Klinik Pratama Paripurna

Lapas Banjarmasin
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah saat menerima Tim Surveior Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Primer (LAFKESPRI) melakukan verifikasi lapangan, Jumat (30/1/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Suasana optimistis terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin saat Tim Surveior Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Primer (LAFKESPRI) melakukan verifikasi lapangan, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses akreditasi Klinik Pratama yang berada di dalam lingkungan lapas tersebut.

Verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan mutu pelayanan kesehatan bagi warga binaan telah berjalan sesuai standar fasilitas kesehatan primer.

Tim surveior meninjau secara menyeluruh mulai dari kelengkapan dokumen, kesiapan sumber daya manusia, hingga sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyahm, secara langsung mendampingi jalannya verifikasi bersama jajaran struktural, tenaga medis, dan petugas klinik. Ia menyampaikan bahwa proses akreditasi ini bukan semata penilaian administratif, tetapi bentuk komitmen lapas dalam memenuhi hak dasar warga binaan.

“Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang harus kami penuhi dengan sebaik-baiknya. Akreditasi ini menjadi cermin sejauh mana komitmen kami dalam memberikan layanan yang manusiawi, profesional, dan berkualitas bagi warga binaan,” ujar Akhmad Herriansyah.

Tim Surveior LAFKESPRI yang dipimpin Dr. Fahriadi, S.KM, M.Kes, MARS, MH.Kes, FISQua, bersama anggota tim dr. Aditya Ari Wibowo, M.Kes, melakukan observasi langsung ke sejumlah titik pelayanan.

Mulai dari alur pendaftaran pasien, ruang pemeriksaan, ketersediaan obat-obatan, hingga penerapan standar keselamatan pasien menjadi fokus penilaian.

Selain itu, tim juga berdialog dengan petugas klinik untuk melihat sejauh mana pemahaman mereka terhadap prosedur pelayanan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.

Anggota Tim Surveior LAFKESPRI, dr. Aditya Ari Wibowo, mengapresiasi kesiapan yang ditunjukkan jajaran Lapas Banjarmasin. Menurutnya, persiapan yang matang menjadi modal penting dalam meraih akreditasi.

“Kami melihat kesiapan yang cukup baik, baik dari sisi dokumen, alur pelayanan, maupun sarana prasarana. Ini menunjukkan adanya komitmen kuat dari pimpinan dan seluruh petugas dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan,” ungkapnya.

Ke depan, hasil verifikasi lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan status akreditasi Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Pihak lapas pun berharap dapat meraih predikat Paripurna, sebagai bentuk pengakuan atas kualitas layanan yang diberikan.

Melalui proses ini, Lapas Banjarmasin menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pemasyarakatan, tetapi juga sebagai penyelenggara pelayanan publik yang berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan serta mendukung transformasi pemasyarakatan yang lebih humanis dan berkeadilan.

 

Tinggalkan Komentar