Panen 75 Kilogram Patin di Lapas Banjarmasin, Bukti Nyata Wujudkan Kemandirian Pangan
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Sebanyak 75 kilogram ikan patin dipanen dari kolam budidaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Sabtu (31/1/2026) lalu.
Panen ini menjadi langkah konkret lapas dalam memperkuat kemandirian pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.
Ikan patin tersebut merupakan hasil budidaya selama kurang lebih empat bulan yang dikelola langsung oleh warga binaan melalui program pembinaan kemandirian di bidang perikanan.
Program ini memanfaatkan sarana yang tersedia di dalam lapas untuk mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah menegaskan, panen 75 kilogram patin bukan semata hasil produksi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran warga binaan agar mandiri dan berdaya.
“Panen 75 kilogram patin ini menunjukkan bahwa lapas mampu berkontribusi dalam kemandirian pangan. Warga binaan dilibatkan sejak awal, sehingga mereka memahami proses budidaya dan memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah bebas,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin.
Menurut Kalapas, panen kali ini belum dilakukan secara keseluruhan. Sebagian ikan patin masih dipelihara untuk proses penggemukan lanjutan agar hasil panen berikutnya lebih optimal.
“Masih ada ikan yang kami pelihara untuk penggemukan. Dalam dua sampai tiga bulan ke depan, kami targetkan panen lanjutan dengan hasil yang lebih besar,” katanya.
Budidaya ikan patin ini dikelola oleh warga binaan Blok Echo dengan pendampingan petugas pemasyarakatan. Selain mendukung ketahanan pangan internal, kegiatan ini juga diarahkan sebagai sarana pembinaan kerja yang berkesinambungan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa program perikanan menjadi salah satu fokus pembinaan kemandirian di lapas.
“Melalui budidaya patin, warga binaan belajar disiplin, tanggung jawab, dan keterampilan teknis. Panen 75 kilogram ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian bisa berjalan produktif,” ujarnya.
Salah satu warga binaan, Maulana, mengatakan keterlibatannya dalam budidaya ikan patin memberikan pengalaman baru yang bernilai.
“Kami tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar bagaimana menghasilkan pangan sendiri. Ini sangat berguna untuk kehidupan kami ke depan,” ucapnya.
Melalui panen 75 kilogram ikan patin ini, Lapas Kelas IIA Banjarmasin menegaskan komitmennya dalam membangun kemandirian pangan dari dalam lapas, sekaligus menyiapkan warga binaan agar lebih siap dan mandiri saat kembali ke masyarakat.
BACA JUGA
