Pemkot Banjarmasin Dukung Peningkatan Mutu Produk Warga Binaan Lewat Rumah Kemasan
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota Banjarmasin membuka peluang kolaborasi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk hasil karya warga binaan, khususnya melalui penguatan aspek pengemasan produk.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Senin (26/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kalapas Banjarmasin didampingi jajaran pejabat struktural, antara lain Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), serta perwakilan peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda menyampaikan, Pemkot Banjarmasin memiliki fasilitas Rumah Kemasan yang selama ini dimanfaatkan untuk mendukung pelaku UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) dalam meningkatkan kualitas kemasan produk agar lebih kompetitif di pasar.
“Rumah Kemasan ini pada prinsipnya terbuka untuk membantu siapa saja, termasuk produk hasil karya warga binaan Lapas Banjarmasin. Dengan kemasan yang baik, nilai jual produk bisa meningkat dan jangkauan pemasarannya menjadi lebih luas,” ujar Ananda.
Ia menilai, produk warga binaan memiliki potensi untuk dikembangkan secara profesional, asalkan didukung dengan standar kemasan yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyambut baik dukungan yang diberikan oleh Pemkot Banjarmasin. Menurut dia, pengemasan menjadi salah satu faktor krusial dalam menentukan keberhasilan pemasaran sebuah produk.
“Kami melihat Rumah Kemasan sebagai peluang strategis untuk meningkatkan kualitas produk warga binaan. Selama ini, karya mereka sudah memiliki kualitas yang baik, namun masih perlu penguatan dari sisi kemasan agar mampu bersaing di pasar,” kata Herriansyah.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah daerah diharapkan tidak hanya memperbaiki tampilan produk, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk hasil pembinaan pemasyarakatan.
“Ini bagian dari upaya kami menyiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Lapas Banjarmasin dan Pemkot Banjarmasin berkomitmen menghadirkan program pembinaan kemandirian warga binaan yang berorientasi pasar, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi proses reintegrasi sosial setelah masa pidana berakhir.
BACA JUGA
