Pemkot Banjarmasin Siap Bersinergi, Pendidikan Kejar Paket di Lapas Diperkuat

Lapas Banjarmasin
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, saat menerima kunjungan Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, Senin (26/1/2026) siang.

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota Banjarmasin menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin dalam memperkuat program pendidikan bagi warga binaan. Dukungan tersebut difokuskan pada pengembangan pendidikan penyetaraan melalui program Kejar Paket A, B, dan C.

Komitmen itu disampaikan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, saat menerima kunjungan Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, Senin (26/1/2026) siang.

Dalam pertemuan tersebut, Akhmad Herriansyah memaparkan secara rinci pelaksanaan program pendidikan penyetaraan yang saat ini diikuti sekitar 150 warga binaan pemasyarakatan (WBP). Program tersebut ditujukan bagi WBP yang sebelumnya tidak menyelesaikan pendidikan formal, agar tetap memperoleh hak pendidikan selama menjalani masa pidana.

“Program Kejar Paket A, B, dan C ini menjadi bagian penting dari pembinaan kami. Pendidikan adalah bekal utama agar warga binaan memiliki peluang hidup yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujar Herriansyah.

Namun, Herriansyah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program tersebut. Keterbatasan ruang belajar, minimnya sarana dan prasarana pendidikan, serta kebutuhan bahan ajar menjadi kendala yang harus dihadapi setiap hari. Meski demikian, ia menegaskan bahwa antusiasme belajar warga binaan tetap tinggi.

“Kami menyadari fasilitas yang ada masih sederhana. Tetapi semangat belajar warga binaan luar biasa, dan itu menjadi motivasi kami untuk terus menjalankan pembinaan pendidikan secara optimal,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, menyampaikan apresiasi atas upaya Lapas Banjarmasin dalam menjaga keberlangsungan pendidikan bagi warga binaan. Ia menilai program pendidikan di dalam lapas merupakan bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.

“Saya mengapresiasi langkah Lapas Banjarmasin yang tetap konsisten memberikan hak pendidikan kepada warga binaan. Ini adalah bentuk nyata pembinaan yang berorientasi pada masa depan,” ujar Ananda.

Ananda menambahkan, Pemerintah Kota Banjarmasin terbuka untuk menjajaki bentuk dukungan dan kolaborasi sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui dinas terkait maupun skema kerja sama lainnya.

“Kami memahami kendala yang dihadapi, dan Pemkot siap bersinergi. Tentu akan kami kaji bentuk dukungan yang memungkinkan, agar program pendidikan ini dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui sinergi antara Lapas Banjarmasin dan Pemerintah Kota Banjarmasin, diharapkan pembinaan pendidikan bagi warga binaan dapat semakin diperkuat. Tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan akademik, tetapi juga menumbuhkan motivasi dan keterampilan sebagai bekal reintegrasi sosial setelah masa pidana berakhir.

Tinggalkan Komentar