Perpustakaan Lapas Banjarmasin Tetap Buka di Hari Libur, Warga Binaan Manfaatkan Waktu untuk Literasi

Lapas Banjarmasin
Perkuat literasi Perpustakaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin tetap buka untuk WBP saat hari libur, Sabtu (17/1/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Di balik tembok tinggi Lapas Kelas IIA Banjarmasin, semangat belajar tak ikut beristirahat. Meski hari libur, layanan Perpustakaan Lapas tetap dibuka dan dimanfaatkan oleh Warga Binaan sebagai ruang positif untuk membaca, belajar, dan merefleksikan diri.

Rak-rak perpustakaan dipenuhi beragam koleksi bacaan, mulai dari buku keagamaan, pengembangan diri, keterampilan, hingga pengetahuan umum. Buku-buku tersebut menjadi teman bagi Warga Binaan dalam mengisi waktu luang dengan aktivitas yang membangun dan bermakna.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa layanan perpustakaan merupakan bagian penting dari pembinaan berkelanjutan yang bertujuan membentuk pribadi Warga Binaan agar lebih baik.

“Pembinaan tidak mengenal hari libur. Selama ada kemauan untuk belajar dan berubah, negara wajib memfasilitasi. Perpustakaan ini menjadi salah satu sarana untuk membuka wawasan dan memperkuat karakter Warga Binaan,” ujar Herriansyah, Sabtu (17/1/2026).

Menurutnya, literasi memiliki peran strategis dalam proses pembinaan karena mampu menumbuhkan pola pikir positif, meningkatkan pengetahuan, serta mempersiapkan Warga Binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat.

Antusiasme Warga Binaan pun terlihat dari ramainya kunjungan ke perpustakaan, termasuk pada hari libur. Kader Pendidikan yang mengelola perpustakaan menyebutkan bahwa minat membaca cukup tinggi, dengan pilihan bacaan yang beragam sesuai kebutuhan masing-masing individu.

“Ada yang fokus membaca buku agama, ada juga yang tertarik dengan keterampilan dan pengembangan diri. Mereka datang dengan kesadaran sendiri,” ungkapnya.

Bagi Warga Binaan, membaca bukan sekadar mengisi waktu, tetapi juga menjadi sarana untuk memperbaiki diri. Salah seorang Warga Binaan mengaku merasakan manfaat langsung dari kebiasaan membaca.

“Dengan membaca, saya bisa menambah pengetahuan dan mengisi waktu dengan hal yang lebih positif. Rasanya lebih tenang dan bermanfaat,” katanya.

Konsistensi layanan perpustakaan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin menunjukkan bahwa proses pembinaan terus berjalan tanpa mengenal hari libur. Melalui literasi, lapas ini membuka jalan perubahan secara perlahan namun pasti, menuju masa depan yang lebih baik dan penuh harapan.

Tinggalkan Komentar