Pertamina RU V Balikpapan Susun Arah Program TJSL 2026, Fokus Sinkronisasi dengan Agenda Pembangunan Kota

Pertamina
Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan mulai memetakan arah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk tahun 2026 dengan menekankan pendekatan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Rabu (3/2/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan mulai memetakan arah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk tahun 2026 dengan menekankan pendekatan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui forum diskusi bersama pemangku kepentingan daerah guna menyelaraskan rencana perusahaan dengan prioritas pembangunan Kota Balikpapan.

Diskusi yang digelar di Gedung Restorasi Banua Patra itu menjadi ruang pertukaran gagasan antara perusahaan, pemerintah daerah, dan mitra komunitas dalam merumuskan Rencana Strategis (Renstra) serta Rencana Kerja (Renja) TJSL. Pertamina menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program yang dijalankan tidak bersifat seremonial, melainkan berkelanjutan dan berdampak langsung.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Balikpapan, Murni, menyampaikan bahwa pemerintah kota telah merancang kerangka pembangunan berbasis kelurahan sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial perkotaan.

“Balikpapan mendorong penguatan pembangunan dari tingkat kelurahan melalui konsep Kelurahan MADANI, yakni Mandiri, Adaptif, dan Inovatif. Fokusnya jelas, antara lain penurunan stunting, pengelolaan sampah, serta penguatan UMKM dan ekonomi kreatif,” ujar Murni dalam paparannya, Rabu (3/2/2026).

Menurut Murni, keterlibatan dunia usaha, termasuk Pertamina, sangat strategis untuk mempercepat capaian target pembangunan tersebut. Program TJSL dinilai dapat menjadi pengungkit apabila dirancang selaras dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat setempat.

Forum tersebut dihadiri berbagai perangkat daerah, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Hadir pula perwakilan kelurahan di wilayah ring operasional perusahaan serta kelompok binaan yang selama ini menjadi mitra Pertamina RU V Balikpapan.

Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan bahwa perusahaan membuka ruang seluas-luasnya terhadap masukan dari para pemangku kepentingan. Ia menekankan bahwa program TJSL tidak dapat dijalankan secara sepihak.

“Masukan dari pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting agar program yang kami rancang benar-benar tepat sasaran. Kolaborasi menjadi kunci karena tantangan sosial dan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja,” ujarnya.

Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus dalam diskusi tersebut adalah pengelolaan sampah. Data Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa kawasan Balikpapan Barat, khususnya Pasar Pandan Sari, menghasilkan puluhan ton sampah setiap hari. Kondisi ini menuntut pendekatan pengelolaan yang lebih terpadu dan berbasis masyarakat.

Pemerintah kota mendorong penguatan peran bank sampah sebagai bagian dari solusi. Selama ini, Pertamina RU V Balikpapan telah membina sejumlah kelompok bank sampah di wilayah sekitar operasional kilang, yang dinilai mampu menekan volume sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Balikpapan, Dodi Yulianto, menilai pengelolaan sampah dapat diintegrasikan dengan program pemberdayaan dan kesehatan masyarakat. Ia mencontohkan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk sektor pangan.

“Jika dikelola dengan baik, sampah organik bisa diolah menjadi maggot untuk pakan ternak. Hasilnya dapat mendukung ketahanan pangan keluarga dan berkontribusi pada upaya penurunan stunting,” ujarnya.

Melalui penyusunan Renstra dan Renja TJSL 2026 ini, Pertamina RU V Balikpapan berharap dapat memperkuat peran perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Tinggalkan Komentar