Polda Kaltim Siagakan 1.038 Personel dalam Operasi Keselamatan Mahakam 2026
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur resmi mengawali Operasi Keselamatan Mahakam 2026 dengan menggelar apel pasukan di Lapangan Apel Mapolda Kaltim, Senin (2/2/2026).
Operasi ini menjadi langkah awal Polri dalam menata keamanan dan keselamatan lalu lintas menjelang arus mudik Lebaran tahun ini.
Apel dipimpin Waka Polda Kaltim Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo dan dihadiri jajaran pejabat utama Polda Kaltim, perwakilan instansi terkait, serta seluruh personel yang dilibatkan dalam operasi.
Sebanyak 1.038 personel disiagakan dalam operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Rinciannya, 101 personel dari Polda Kaltim dan 933 personel dari jajaran polres di wilayah Kalimantan Timur.
Dalam amanatnya, Brigjen Pol Adrianto menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bagian penting untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan strategi operasi agar pelaksanaan di lapangan berjalan efektif.
“Apel ini bukan sekadar seremonial, tetapi untuk memastikan seluruh unsur siap menjalankan tugas sesuai sasaran dan tujuan operasi,” ujar Adrianto.
Operasi Keselamatan Mahakam 2026 mengusung tema Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Operasi Ketupat 2026. Fokus utama operasi adalah peningkatan disiplin berlalu lintas serta penurunan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.
Menurut Adrianto, pendekatan preemtif dan preventif akan lebih dikedepankan dibandingkan penindakan represif. Edukasi dan imbauan kepada masyarakat menjadi kunci dalam membangun kesadaran berlalu lintas.
“Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Karena itu, kami mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis agar masyarakat benar-benar memahami pentingnya tertib berlalu lintas,” katanya.
Adapun sasaran operasi meliputi pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal, seperti penggunaan telepon seluler saat berkendara, pengendara di bawah umur, tidak memakai helm berstandar SNI atau sabuk pengaman, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, serta melampaui batas kecepatan.
Selain itu, Polda Kaltim juga meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan angkutan umum. Pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check akan dilakukan secara berkala di terminal dan pool bus untuk memastikan keselamatan penumpang.
Wakapolda Kaltim menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas personel selama operasi berlangsung.
“Hindari tindakan yang justru merugikan citra Polri. Laksanakan tugas dengan tanggung jawab, jaga keselamatan diri, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan operasi tidak semata diukur dari jumlah penindakan, melainkan dari kehadiran polisi yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Polri hadir untuk melindungi dan melayani. Ukuran keberhasilan kita adalah ketika masyarakat merasa aman dan tertib dalam berlalu lintas,” kata Adrianto.
Dengan operasi ini, Polda Kaltim berharap tercipta kondisi lalu lintas yang lebih aman dan kondusif sebagai fondasi menghadapi arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.
BACA JUGA
