Presiden Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Proyek Modernisasi Kilang Terbesar Pertamina
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026) besok.
Proyek modernisasi kilang milik PT Pertamina (Persero) ini menelan investasi sekitar Rp123 triliun, menjadikannya proyek peningkatan kilang terbesar yang pernah dikerjakan di Indonesia.
RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis yang telah digagas sejak 2016. Namun, pengerjaannya sempat mengalami keterlambatan dari target awal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2019, terutama akibat tantangan pendanaan dan pandemi Covid-19.
Percepatan proyek terjadi setelah RDMP Balikpapan memperoleh dukungan pembiayaan internasional pada 2023, berupa pinjaman senilai US$3,1 miliar dari empat export credit agency serta 22 kreditur komersial. Sejak saat itu, proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor energi.
“RDMP Balikpapan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak sekaligus meningkatkan kualitas BBM nasional,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, Minggu (11/1/2026).
Produksi BBM Setara Euro 5
Elemen utama dalam RDMP Balikpapan adalah Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, fasilitas pengolahan canggih yang memungkinkan residu minyak diolah menjadi produk bahan bakar dan petrokimia bernilai tinggi.
Dengan beroperasinya RFCC Complex, Kilang Balikpapan kini mampu memproduksi BBM berkualitas setara standar Euro 5, melonjak dari standar sebelumnya Euro 2.
“Kilang Balikpapan mengalami peningkatan signifikan dari kandungan sulfur 2.500 ppm menjadi hanya 10 ppm. Ini merupakan lompatan besar dalam peningkatan kualitas BBM nasional,” kata Baron.
Ia menambahkan, kapasitas Kilang Balikpapan kini mencapai 360.000 barel per hari, sekaligus mampu menghasilkan produk petrokimia seperti propylene dan sulfur, yang sebelumnya belum dapat diproduksi di kilang tersebut.
Tambah LPG, Kurangi Impor
Selain bensin dan solar, RDMP Balikpapan juga memperluas diversifikasi produk kilang. Salah satu dampaknya adalah peningkatan produksi LPG hingga 336.000 ton per tahun.
“Penambahan produksi LPG ini akan memperkuat pasokan dalam negeri dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor,” ujar Baron.
Dari sisi teknis, kompleksitas Kilang Balikpapan turut meningkat. Nelson Complexity Index (NCI) melonjak dari 3,7 menjadi 8,0, menandakan kemampuan kilang yang lebih tinggi dalam menghasilkan produk bernilai tambah. Sementara itu, Yield Valuable Product (YVP) naik dari 75,3 persen menjadi 91,8 persen.
Peran Strategis untuk Indonesia Timur
Kementerian ESDM memperkirakan keberadaan RDMP Balikpapan dapat menghemat defisit neraca perdagangan Indonesia hingga US$2 miliar per tahun.
Kilang RU V Balikpapan sendiri telah beroperasi sejak 1922 dan saat ini memasok sekitar 26 persen kebutuhan BBM nasional. Sebagian besar produksinya disalurkan ke kawasan Indonesia Timur, yang mencakup sekitar dua pertiga konsumsi BBM nasional, sementara sisanya didistribusikan ke wilayah barat Indonesia dan pasar ekspor.
Dengan lokasi strategis dan dukungan infrastruktur distribusi berupa pipa, kapal tanker, serta transportasi darat, Kilang Balikpapan dinilai menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional, khususnya untuk kawasan timur Indonesia.
BACA JUGA
