Satu Rumah di Permukiman Atas Air Roboh, Satu Warga Meninggal Dunia Tertimpa Rutuhan

Rumah Roboh
Tim SAR Gabungan bersama warga saat melakukan evakuasi korban meninggal akibat tertimpa rumah roboh di kawasan permukiman atas air, Telagamas RT 9, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, Minggu (8/2/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, akibat Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sebuah rumah warga di kawasan permukiman atas air, Telagamas RT 9, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, roboh.

Peristiwa itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Rumah yang berdiri di atas perairan tersebut runtuh setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan itu selama beberapa waktu.

Kondisi tanah yang labil serta terpaan angin kencang diduga menjadi faktor utama ambruknya bangunan.

Korban diketahui merupakan seorang pedagang yang saat kejadian berada di sekitar lokasi dan berteduh di dekat rumah tersebut. Ia tertimpa bagian bangunan yang roboh dan tidak sempat menyelamatkan diri.

Warga sekitar segera berdatangan untuk memberikan pertolongan. Sejumlah barang milik penghuni rumah juga berusaha diselamatkan dari reruntuhan, meski kondisi bangunan sudah tidak memungkinkan untuk dimasuki.

Komandan Pos Angkatan Laut Kampung Baru, Kapten Laut (P) Komarudin, mengatakan pihaknya menerima laporan tidak lama setelah kejadian dan langsung mengerahkan personel ke lokasi.

“Kami menerima laporan warga sesaat setelah rumah roboh. Personel langsung menuju lokasi untuk membantu evakuasi dan pengamanan area,” ujarnya.

Saksi mata bernama Samson menuturkan, hujan deras disertai angin kencang datang secara tiba-tiba. Tidak lama kemudian, bangunan rumah yang berada di atas air itu ambruk.

“Kejadiannya cepat sekali. Angin kencang, hujan deras, lalu rumah itu roboh. Korban tertimpa dan tidak sempat menghindar,” kata Samson.

Proses evakuasi korban melibatkan personel Lanal Balikpapan, tim SAR gabungan, dan Basarnas. Petugas sempat mengalami kesulitan karena korban tertimpa material kayu berukuran besar.

Evakuasi akhirnya berhasil dilakukan dengan bantuan peralatan khusus, termasuk gergaji mesin untuk memotong bagian bangunan.

Sementara itu, tim penanggulangan bencana dari Pemerintah Kota Balikpapan melakukan pendataan kerusakan serta mengamankan lokasi untuk mencegah kejadian serupa.

Aparat juga mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan mengingat hujan masih berpotensi turun.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan seperti permukiman atas air, agar meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila cuaca ekstrem kembali terjadi.

Tinggalkan Komentar