Wakil Wali Kota Balikpapan Dorong Literasi Investasi di Grand Opening J-Store BSB

Pemkot Balikpapan
Wakil Wali Kota Balikpapan Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, MM saat memberikan sambutan pada Grand Opening J-Store BSB (Balikpapan Super Block) di Jalan Jenderal Sudirman, Komplek Balikpapan Super Block, Ruko F No. 09, Balikpapan, Rabu (21/1/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Wakil Wali Kota Balikpapan Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, MM mendorong masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan dan investasi, khususnya melalui instrumen yang aman dan legal, seperti emas, deposito, saham, hingga perdagangan berjangka.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Grand Opening J-Store BSB (Balikpapan Super Block) di Jalan Jenderal Sudirman, Komplek Balikpapan Super Block, Ruko F No. 09, Balikpapan, Rabu (21/1/2026).

Dalam sambutannya, Bagus menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap berbagai pilihan investasi agar mampu mengelola keuangan secara bijak di tengah fluktuasi ekonomi.

“Beberapa investasi itu bisa menabung dalam bentuk deposito dengan bunga sekian persen, kemudian emas, lalu forex atau foreign exchange, dan juga saham di bursa efek. Masing-masing punya karakter dan risiko yang harus dipahami,” ujar Bagus.

Menurutnya, generasi muda saat ini semakin akrab dengan investasi digital, seperti saham dan forex, karena didukung oleh teknologi dan kebiasaan bekerja secara fleksibel dari rumah. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa investasi bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan ketenangan dalam pengambilan keputusan.

“Investasi itu otaknya mikir terus. Tapi kita harus bisa stay cool, stay calm. Jangan panik ketika ekonomi berfluktuasi naik turun. Diamati, dipelajari, baru ambil keputusan,” katanya.

Bagus juga menyinggung tentang perdagangan berjangka, termasuk emas dan komoditas lain seperti kopi dan batu bara, yang secara regulasi telah disetujui pemerintah dan bersifat legal, meski barang fisiknya tidak selalu berpindah tangan secara langsung.

“Itu namanya perdagangan berjangka. Kita membeli komoditas, tapi barangnya bisa ada di tempat lain. Ini juga perlu dipelajari oleh masyarakat sebelum terjun,” jelasnya.

Ia menilai emas masih menjadi instrumen investasi yang relatif moderat dan aman bagi masyarakat. Bagus mencontohkan kenaikan harga emas dari sekitar Rp500.000 per gram di masa lalu hingga proyeksi mencapai Rp4,2 juta per gram dalam beberapa tahun ke depan.

“Kalau emas ini termasuk moderat. Kenaikannya memang bertahap, tapi stabil dan menjanjikan,” ujarnya.

Terkait kehadiran Galeri 24 di kawasan Balikpapan Super Block, Bagus menyebut hal tersebut sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan jual-beli emas yang lebih representatif dan dekat dengan masyarakat.

“Sekarang masyarakat punya alternatif. Tempatnya nyaman, representatif, ada emas, ada berlian. Ini mendekatkan layanan kepada konsumen,” katanya.

Ia juga mengingatkan peran Pegadaian sebagai solusi keuangan masyarakat, khususnya bagi ibu rumah tangga, dengan mekanisme gadai emas tanpa harus menjual aset.

“Kalau diperlukan jangan dijual, digadaikan saja. Nanti ditebus kembali. Ini sudah terbukti dari dulu membantu keluarga,” ucap Bagus.

Dalam kesempatan tersebut, Bagus turut menyinggung kondisi keuangan daerah yang terdampak pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH). Pemerintah Kota Balikpapan, kata dia, kini fokus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi.

“PAD ini akan kembali ke masyarakat dalam bentuk infrastruktur jalan, penerangan, keamanan, dan ketertiban. Karena itu pajak harus dibayar tepat waktu,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Bagus kembali mengajak masyarakat untuk memilih investasi yang nyata dan berjangka panjang.

“Selain emas, investasi properti seperti tanah dan bangunan juga menguntungkan. Sama seperti emas, nilainya cenderung tidak pernah turun dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar