Wakil Wali Kota Balikpapan Dorong Pembinaan Usia Dini, Tolak Praktik Beli Pemain
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Wakil Wali Kota Balikpapan Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, MM menegaskan pentingnya pembinaan olahraga usia dini sebagai fondasi kebangkitan prestasi sepak bola Kota Balikpapan.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Pemilihan Ketua Balikpapan All Stars (BAS) yang digelar pada Jumat (31/1/2026) di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan.
Dalam sambutannya, Bagus menekankan bahwa anggaran olahraga yang diberikan pemerintah daerah bukan untuk membeli pemain, melainkan untuk melengkapi fasilitas dan mendukung pembinaan yang berkelanjutan.
“Pemain itu punya tanggung jawab membina anak-anak usia dini. Anggaran bukan untuk membeli pemain, tetapi untuk melengkapi fasilitas dan memberikan pembinaan yang benar,” ujar Bagus.
Menurut dia, Balikpapan memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet sepak bola berprestasi jika pembinaan dilakukan secara serius dan terprogram. Ia menyayangkan masih banyak atlet yang memperkuat tim daerah berasal dari luar Balikpapan.
“Juara POPDA, juara Porprov, ternyata 50 persen bukan orang Balikpapan. Saya tidak bangga. Kita tidak mau sistem jual-beli. Kita masih punya idealisme membina anak-anak kita sendiri,” tegasnya.
Bagus juga meminta agar pengurus yang terpilih nantinya dapat menggerakkan seluruh pemangku kepentingan olahraga secara murni, tanpa kepentingan politik.
“Tidak ada sisi politik dalam olahraga. Harus murni olahraga, sehingga kita mendapatkan bibit-bibit yang benar,” katanya.
Inventarisasi Lapangan dan SSB
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga menyoroti pentingnya pendataan fasilitas lapangan olahraga dan sekolah sepak bola (SSB) di Balikpapan.
Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap sejumlah lapangan milik pemerintah kota yang masih menghadapi persoalan hukum.
Salah satunya adalah Lapangan PONI di Balikpapan Barat, yang disebut masih dalam sengketa.
“Lapangan itu milik Pemkot, tapi digugat oleh oknum. Bisa enggak ini diselesaikan? Kalau terus digugat, sampai Mahkamah Agung pun tidak akan selesai,” ujarnya.
Bagus menyatakan komitmennya untuk mempercantik Lapangan PONI, termasuk lintasan atletik dan pengaturan area parkir, agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan atlet muda.
Selain itu, ia mendorong pengembangan lapangan sepak bola berumput alami di beberapa wilayah kota, seperti Balikpapan Tengah dan Balikpapan Selatan.
“Saya maunya rumput alami, supaya anak-anak benar-benar berlatih di kondisi lapangan yang sesungguhnya,” kata Bagus.
Target Tim Usia 12 dan 16 Tahun
Ke depan, Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan pembentukan tim sepak bola usia 12 dan usia 16 tahun dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang. Untuk itu, Bagus menyatakan akan melibatkan ASKOT PSSI Kota Balikpapan dalam penyusunan program pembinaan yang jelas dan terarah.
“APBD salah satunya untuk memotivasi anak-anak agar bisa berprestasi. Kita tidak mau membeli pemain, tapi membina,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan Balikpapan All Stars yang baru dapat menjadi motor penggerak pembinaan sepak bola usia dini, sehingga kejayaan sepak bola Balikpapan dan Kalimantan Timur seperti dua dekade lalu dapat kembali terwujud.
BACA JUGA
