Bantuan Budidaya Ikan Berau: Diskan Pastikan Kesiapan Air Sebelum Penebaran Bibit
TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.com – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau menerapkan pendekatan ketat dan terukur dalam penyaluran Bantuan Sarana dan Prasarana (Sapras) Perikanan kepada kelompok masyarakat di lima wilayah sasaran. Tak sekadar menyerahkan bantuan fisik, pemerintah daerah mewajibkan pemeriksaan menyeluruh terhadap kesiapan kolam, kualitas air, serta teknik mitigasi risiko lingkungan sebelum bibit ikan didistribusikan.
Bantuan logistik dan peralatan budidaya tersebut kini telah didistribusikan secara bertahap kepada kelompok penerima manfaat yang tersebar di wilayah Tanjung Redeb, Labanan Makarti, Samburakat, Melati Jaya, serta Merancang Ilir. Namun, proses pembagian benih ikan sengaja ditahan hingga seluruh indikator keamanan ekosistem budidaya terpenuhi.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau Abdul Majid, melalui Kepala Bidang Budidaya Budiono, mengungkapkan bahwa langkah kehati-hatian ini diambil guna meminimalkan angka kematian benih ikan pada fase awal pemeliharaan akibat fluktuasi Kualitas perairan.
“Saprasnya sudah kita antar semua ke kelompok penerima, tinggal bibitnya. Kami harus memastikan kualitas air di lokasi penerima benar-benar memenuhi standar operasional. Selain itu, kami juga memberikan penyuluhan singkat terkait teknis budidaya, mulai dari penanganan awal tebar, tata cara pemberian pakan, pemeliharaan kebersihan wadah, hingga seleksi benih,” papar Budiono.
Atensi khusus diberikan kepada para pembudidaya keramba jaring apung di kawasan sungai, seperti di kawasan Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb. Sekitar 25 pembudidaya yang mengelola 150 hingga 200 unit keramba di kawasan tersebut menghadapi tantangan berupa dinamika kondisi air sungai yang dapat berubah secara drastis akibat faktor cuaca ekstrem.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Diskan Berau mengedukasi pembudidaya terkait langkah mitigasi pencegahan, seperti penambahan aerasi serta pemberian imunostimulan pada pakan untuk memperkuat sistem imun ikan. Sebagai langkah konkret jangka panjang, Diskan juga mengusulkan pengadaan bantuan blower oksigen pada anggaran tahun depan demi menstabilkan kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen) di kawasan keramba sungai.
Sumber: Dinas Perikanan Berau
BACA JUGA
