Dinkes Balikpapan Dorong Cegah Kanker Sejak Dini, Vaksin HPV hingga Deteksi Rutin

Pemkot Balikpapan
Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati

Balikpapan, Gerbangkaltim.com— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mendorong masyarakat tidak menunggu munculnya gejala untuk mulai melakukan pencegahan kanker. Kesadaran menjaga kesehatan dinilai perlu dibangun sejak dini melalui vaksinasi, pemeriksaan rutin, dan penerapan pola hidup sehat.

Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati mengatakan, pencegahan dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam menekan risiko kanker. Masyarakat juga diminta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Jangan takut melakukan deteksi dini. Jangan karena takut mengetahui hasil pemeriksaan kemudian memilih tidak memeriksakan diri. Datang ke puskesmas dan manfaatkan layanan cek kesehatan gratis,” kata Alwiati, Kamis (8/10/2026).

Menurut Alwiati, salah satu langkah pencegahan yang terus dilakukan pemerintah adalah pemberian vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada anak usia sekolah dasar.

Vaksin tersebut menjadi salah satu upaya mencegah infeksi HPV yang berkaitan dengan kanker serviks. Program vaksinasi juga menjadi bagian dari pendekatan pencegahan penyakit sejak usia dini.

“Untuk pencegahan kanker serviks, kami melakukan vaksinasi HPV pada anak usia sekolah dasar. Selain itu, vaksinasi secara umum juga terus kami dorong sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit,” ujarnya.

Namun, vaksinasi tidak cukup menjadi satu-satunya langkah pencegahan. Alwiati mengatakan masyarakat tetap perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala karena sejumlah penyakit dapat berkembang tanpa menunjukkan keluhan pada tahap awal.

Untuk kanker serviks, Dinkes mendorong perempuan memanfaatkan pemeriksaan HPV DNA maupun metode deteksi dini lainnya. Sementara pada kanker payudara, perempuan diminta lebih mengenali perubahan pada tubuh dan segera memeriksakannya apabila menemukan kondisi yang tidak biasa.

Alwiati menilai kesadaran melakukan pemeriksaan menjadi penting karena rasa takut terhadap kemungkinan hasil diagnosis justru dapat membuat penyakit terlambat diketahui.

Selain deteksi dini, Dinkes Balikpapan juga menyoroti faktor risiko yang dapat dikendalikan masyarakat, salah satunya kebiasaan merokok.

Dalam upaya membangun perilaku hidup sehat, Alwiati menempatkan generasi muda, termasuk mahasiswa, sebagai kelompok yang memiliki peran penting. Mereka diharapkan tidak hanya memahami dampak rokok, tetapi juga menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Kita berharap generasi muda dapat menjadi contoh dalam menerapkan perilaku hidup sehat dan ikut mengampanyekan hidup tanpa rokok,” kata Alwiati.

Upaya tersebut, lanjut dia, sejalan dengan penerapan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Balikpapan.

Lingkungan pendidikan dan perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mengurangi paparan asap rokok.

Pemerintah kota juga akan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, akademisi, mahasiswa, dan media dalam menyosialisasikan serta menerapkan KTR. Penegakan aturan dapat disertai sanksi bagi pelanggar sesuai ketentuan yang berlaku.

Alwiati berharap mahasiswa tidak berhenti pada pemahaman mengenai bahaya kanker dan rokok. Mereka diharapkan ikut meneruskan informasi pencegahan kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Mahasiswa adalah corong pemerintah untuk menyampaikan kampanye pencegahan kanker. Jadilah contoh bagaimana menerapkan perilaku hidup sehat,” pungkasnya. (Hp/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar