Disdag Balikpapan Siapkan Paket Pangan Murah Keliling, Harga Dipangkas hingga Rp15 Ribu
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Perdagangan menyiapkan inovasi penjualan paket bahan pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat. Program ini sementara difokuskan di Kecamatan Balikpapan Selatan dengan menggandeng pelaku usaha setempat.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar mengatakan, paket pangan tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok dan komoditas pangan yang dijual secara bundling. Nilai normal satu paket berada di kisaran Rp110.000 hingga Rp150.000.
Untuk meringankan beban masyarakat, Haemusri meminta pelaku usaha memberikan potongan harga hingga Rp15.000 untuk setiap paket.
“Nilainya di angka Rp110.000 sampai dengan Rp150.000. Saya minta kepada pelaku usaha potongannya sampai dengan Rp15.000 untuk satu paket. Semua item masuk dalam satu paket,” kata Haemusri, Kamis (22/10/2026).
Menurut dia, konsep tersebut merupakan bentuk inovasi pemerintah dalam mendekatkan pangan murah kepada masyarakat. Polanya dibuat seperti penjualan sembako keliling sehingga masyarakat tidak harus datang ke lokasi pasar murah tertentu.
Haemusri menjelaskan, pelaksanaan tahap awal masih dipusatkan di Kecamatan Balikpapan Selatan. Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Dinas Perdagangan, pihak terkait, dan Kecamatan Balikpapan Selatan.
“Ini sementara masih konsentrasi di Kecamatan Balikpapan Selatan sesuai dengan permintaan Pak Camat. Ini inovasi kerja sama antara pemerintah dan perdagangan,” ujarnya.
Setiap pelaksanaan kegiatan ditargetkan menyediakan sekitar 200 paket. Sasaran utamanya adalah masyarakat yang membutuhkan, namun pembelian tidak dibatasi hanya untuk kelompok masyarakat tertentu.
“Target pelaksanaan setiap event itu 200 paket. Menyasar masyarakat yang kurang mampu, tetapi bebas untuk seluruh masyarakat Kecamatan Balikpapan Selatan,” kata Haemusri.
Ia mengatakan masyarakat yang berminat dapat membeli paket tersebut selama persediaan masih tersedia. Konsep penjualan secara langsung dan bergerak dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga lebih rendah.
Program ini juga menjadi bagian dari langkah Pemkot Balikpapan menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga pangan. Sebelumnya, Haemusri menyebut fenomena El Nino berdampak terhadap produksi komoditas pangan sekaligus meningkatkan biaya logistik dan distribusi.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Balikpapan karena sebagian besar kebutuhan pangan kota masih didatangkan dari luar daerah.
Sekitar 90 persen pasokan pangan Balikpapan disebut berasal dari Jawa dan Sulawesi. Karena itu, pemerintah juga terus berkomunikasi dengan distributor untuk menjaga kelancaran pasokan.
Selain menjaga pasokan, Pemkot Balikpapan sebelumnya juga telah menjalankan Gerakan Pangan Murah bersama sejumlah pihak. Pada kegiatan tersebut, komoditas seperti beras, minyak goreng, dan LPG 3 kilogram disediakan dengan harga terjangkau untuk membantu masyarakat.
Haemusri mengatakan pendekatan baru melalui paket pangan yang dapat dijual secara langsung kepada masyarakat diharapkan menjadi pelengkap program intervensi pangan pemerintah.
“Konsepnya seperti yang jual sembako keliling. Jadi kita inovasi dari situ,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar. Sistem informasi harga bahan pokok milik Pemkot Balikpapan juga terus diperbarui untuk memberikan gambaran perkembangan harga komoditas kepada masyarakat.
Data pemerintah per 20 Oktober 2026, misalnya, mencatat harga telur ayam ras sekitar Rp2.200 per butir dan kacang tanah Rp36.300 per kilogram.
Melalui kombinasi penguatan pasokan, pemantauan harga, gerakan pangan murah, dan inovasi penjualan paket pangan, pemerintah berharap masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
