DTPHP Berau Kejar Bantuan Pertanian dari Pusat: Alokasi Alsintan

DTPHP
Kepala DTPHP Berau Lita Handini meninjau penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari pemerintah pusat untuk kelompok tani di Kabupaten Berau, Selasa (6/10/2026).

TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.com – Keterbatasan anggaran daerah tidak memadamkan semangat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau untuk memajukan sektor pertanian lokal. Di tengah kebijakan efisiensi fiskal yang memangkas pos bantuan daerah, DTPHP Berau kini bergerak agresif menjemput bola mengusulkan bantuan bibit, pupuk, hingga Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) langsung ke pemerintah pusat, Selasa (6/10/2026).

Langkah proaktif ini diambil guna memastikan produktivitas para petani di Kabupaten Berau tetap terjaga meski APBD daerah mengalami penyesuaian yang cukup signifikan.

Kepala DTPHP Kabupaten Berau, Lita Handini, mengungkapkan bahwa keterbatasan keuangan daerah membuat pihaknya tak lagi leluasa mengalokasikan anggaran khusus pengadaan bantuan langsung kepada para kelompok tani.

“Saat ini kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan kita memberikan bantuan langsung secara leluasa seperti bibit, pupuk, obat-obatan, maupun peralatan pertanian dari APBD murni. Pada tahun ini, DTPHP Berau sebenarnya memiliki alokasi anggaran sekitar Rp9,8 miliar untuk mendukung kebutuhan petani, namun terpaksa dialihkan dan tidak direalisasikan akibat kebijakan efisiensi dan penyesuaian fiskal daerah,” jelas Lita Handini di Tanjung Redeb.

Kondisi tersebut mendorong Pemkab Berau mengubah strategi dukungan. DTPHP Berau memilih fokus melobi Kementan RI agar berbagai program strategis nasional dialokasikan ke Berau. Hasilnya mulai membuahkan hasil nyata di lapangan.

“Kami mengalihkan fokus perjuangan ke pemerintah pusat. Alandonesia bersyukur, mulai tahun ini banyak bantuan pusat yang masuk ke Berau, seperti bibit padi unggul, bibit cabai, program perbaikan saluran drainase pertanian, pemecahan masalah cetak sawah baru, hingga bantuan mesin pompa air,” beber Lita.

Selain sarana produksi, bantuan Alsintan berteknologi modern juga mulai mengalir. Berau baru saja menerima dua unit traktor anyar dari pemerintah pusat, melengkapi bantuan mesin pemanen otomatis (combine harvester) yang telah disalurkan sebelumnya kepada para petani.

Meski persaingan mengajukan proposal bantuan antar-kabupaten se-Indonesia sangat ketat, Lita menegaskan pihaknya tidak memusingkan berapa pun kuota yang disetujui pusat.

“Mengajukan bantuan ke pusat itu diperebutkan oleh seluruh daerah di Indonesia. Kadang kita ajukan lima yang turun dua, ajukan sepuluh yang disetujui tiga. Seberapa pun yang terealisasi tetap kita syukuri dan langsung distribusikan,” tambahnya.

Di samping mengejar bantuan fisik dari pusat, DTPHP Berau memperkuat peran pendampingan teknis dan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM). Pelatihan berkala serta edukasi lapangan terus digencarkan agar para petani Berau semakin mandiri, terampil, dan berdaya saing tinggi.

Sumber: DTPHP Kabupaten Berau

Tinggalkan Komentar