DTPHP Berau Tunda Tanam Cabai Bantuan Pusat: Tunggu Curah Hujan

dtphp
DTPHP Berau tunda penanaman benih cabai bantuan pemerintah pusat seluas 5 hektare di Talisayan akibat mengantisipasi cuaca dan krisis air.

TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.com – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau memutuskan untuk menunda pelaksanaan penanaman benih cabai bantuan dari pemerintah pusat. Langkah antisipatif tersebut diambil guna menghindari risiko kegagalan panen akibat dinamika cuaca ekstrem dan keterbatasan pasokan air di wilayah pertanian lokal.

Kepala DTPHP Kabupaten Berau, Lita Handini, mengungkapkan bahwa Kabupaten Berau menerima alokasi bantuan benih cabai dari Kementerian Pertanian yang diproyeksikan untuk pengembangan lahan hortikultura seluas lima hektare. Bantuan bibit unggul tersebut dipusatkan di salah satu kampung di Kecamatan Talisayan. Namun, penanaman di lapangan hingga kini masih ditahan sembari menunggu intensitas curah hujan yang stabil.

Lita menjelaskan bahwa komoditas hortikultura seperti cabai memiliki tingkat sensitivitas yang sangat tinggi terhadap ketersediaan air pada awal masa tanam. Walaupun waktu tanam cabai terbilang fleksibel dibandingkan padi, faktor iklim tetap menjadi penentu utama produktivitas dan kelangsungan hidup tanaman.

“Untuk komoditas cabai, kita menerima bantuan benih dari pemerintah pusat untuk area seluas lima hektare yang dipusatkan di Talisayan. Pelaksanaan tanam memang sengaja kita tunda karena para petani masih menunggu datangnya musim hujan dengan curah yang cukup,” ungkap Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, saat memberikan keterangannya di Tanjung Redeb.

Ia menambahkan, pengelolaan waktu tanam cabai sangat vital mengingat siklus produksinya yang terbilang panjang. Setelah masa pemeliharaan sekitar tiga bulan pascatanam, cabai akan mulai memproduksi buah dan dapat dipanen secara berkala hingga puluhan kali dalam rentang waktu hampir satu tahun. Oleh karena itu, pasokan air pada fase awal pertumbuhan menjadi fondasi utama.

Selain tantangan kekeringan pada musim kemarau, DTPHP Berau juga mencermati ancaman kelembapan berlebih saat curah hujan terlalu tinggi yang berpotensi memicu serangan hama patek serta jamur tanaman.

Tantangan pasokan air ini tidak hanya berdampak pada komoditas cabai, melainkan juga menyasar sektor tanaman pangan seperti padi dan jagung di beberapa kawasan sentra. Lita mencontohkan kondisi persawahan di kawasan Labanan. Kendati sarana mekanisasi berupa mesin pompa air telah disiagakan di area persawahan, operasionalnya terkendala akibat susutnya debit air pada sumber-sumber alir lokal.

Di sisi lain, guna memperkuat ketahanan pangan warga perkotaan, DTPHP Berau juga merealisasikan bantuan sarana produksi berupa bangunan rumah hidroponik beserta instalasinya di Kecamatan Sambaliung. Berbagai program intervensi pertanian ini terus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan agar bantuan pemerintah benar-benar memberikan dampak ekonomi yang optimal bagi para petani Berau.

Sumber: DTPHP Kabupaten Berau

Tinggalkan Komentar