Festival Teater Pelajar Kaltimtara: Disbudpar Berau Siapkan Panggung Teluk Bayur

Festival Teater
Kepala Disbudpar Berau Yudha Budisantosa memberikan piala Anugrah Dharma Festival Teater 5 kepada pemenang ajang Festival Teater Pelajar Sekaltimtara di Tanjung Redeb, Berau.

TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.com – Panggung seni pertunjukan pelajar se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Sekaltimtara) sukses menyedot perhatian publik lewat gelaran Malam Anugrah Dharma Festival Teater 5. Bertajuk “Muda Bersuara, Muda Berkarya”, perhelatan megah ini menandai pungkasan kompetisi sekaligus selebrasi keberanian generasi muda dalam merajut ide, gagasan, dan ekspresi kebudayaan di atas pentas teater.

Festival tahunan yang mempertemukan talenta muda tingkat SMP hingga SMA/sederajat ini membuktikan bahwa seni teater bukan sekadar ajang kompetisi sekolah. Lewat olah peran, olah rasa, dan olah pikir, ratusan siswa menampilkan kebolehan estetis yang mengusung pesan-pesan kritis serta refleksi kebudayaan lokal Kalimantan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh peserta, guru pendamping, serta penggiat teater yang sukses merampungkan seluruh tahapan pementasan secara maksimal.

“Alhamdulillah, semuanya sudah tuntas. Semua telah mengerahkan karya terbaiknya di atas panggung. Itu merupakan buah dari pemikiran, bakat, kecerdasan, dan kerja keras anak-anak kita. Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, ajang ini membuktikan komitmen bersama dalam merawat ekosistem seni pertunjukan di Berau,” ujar Yudha Budisantosa.

Yudha menekankan bahwa tema “Muda Bersuara, Muda Berkarya” harus diwujudkan dalam langkah riil pengembangan ruang kreatif. Ke depan, Disbudpar Berau berencana mengeksplorasi ruang pementasan non-konvensional dengan membawa seni teater keluar dari gedung bioskop atau aula tertutup menuju lokasi-lokasi cagar budaya dan destinasi wisata sejarah.

Salah satu lokasi bernilai sejarah tinggi yang dibidik menjadi panggung teater alam terbuka adalah kawasan bersejarah Teluk Bayur. Penggabungan narasi sejarah lokal dengan seni teater di situs heritage diyakini mampu menciptakan daya tarik baru yang mempertautkan sektor seni pertunjukan, pariwisata daerah, dan ekonomi kreatif.

“Kita coba formulasikan. Cerita-cerita rakyat dan nilai sejarah yang kaya di Berau bisa kita set pementasannya langsung di situs heritage seperti Teluk Bayur. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menikmati teater sebagai tontonan, tetapi juga mengenal kembali jejak sejarah dan kebudayaan daerah kita,” terangnya.

Guna menjaga keberlanjutan regenerasi seniman muda, Disbudpar Berau mendorong lembaga pendidikan dan sekolah-sekolah untuk terus memberikan ruang kebebasan berekspresi bagi para pelajar. Sinergi antara pemerintah, sekolah, dunia usaha, dan komunitas seni menjadi kunci utama agar talenta teater asal Bumi Batiwakkal mampu berkiprah di tingkat nasional hingga panggung Nusantara.

Sumber: Disbudpar Berau

Tinggalkan Komentar