Gerobooks Kemas Kekayaan Budaya Berau dalam Buku Anak

gerobooks
Komunitas Gerobooks kemas kekayaan budaya Berau dalam buku cerita anak bergambar lewat Festival BaBaDa untuk kenalkan warisan lokal sejak dini.

TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.com – Langkah inovatif dan edukatif dalam merawat kelestarian warisan leluhur terus digelorakan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Komunitas Literasi Gerobooks Berau secara resmi menggelar Festival BaBaDa: Tumbuh dan Bertemu, sebuah gelaran budaya sekaligus literasi yang digagas untuk mengemas keberagaman tradisi dan adat istiadat lokal ke dalam media buku cerita anak bergambar yang ramah dan interaktif.

Festival BaBaDa lahir dari keprihatinan atas semakin minimnya dokumentasi kebudayaan Berau dalam bentuk bacaan anak. Selama ini, kekayaan sejarah, kuliner khas, seni pertunjukan, hingga tradisi pesta adat di Berau cenderung diwariskan secara lisan dari mulut ke mulut, sehingga rentan tergerus oleh derasnya arus informasi digital dan budaya populer modern.

Melalui Program Penulisan Buku Cerita Anak Bergambar Berbasis Objek Pemajuan Kebudayaan, Gerobooks Berau membangun ruang kolaborasi inklusif yang mempertemukan para penulis, ilustrator, budayawan, akademisi, hingga pendidik dari berbagai daerah di Indonesia.

Founder Komunitas Literasi Gerobooks Berau, Risna Herjayanti, menuturkan bahwa inisiatif ini diambil agar generasi penerus di Kabupaten Berau dapat mengenal, mencintai, dan bangga akan identitas budayanya sejak usia dini melalui media visual yang menarik.

“Kami bertekad agar warisan sejarah dan tradisi Berau tidak berhenti sebagai cerita lisan saja, melainkan terdokumentasikan dalam bentuk buku cerita yang menyenangkan. Anak-anak di era gawai ini membutuhkan bahan bacaan berkualitas yang dekat dengan kearifan lokal tempat mereka tumbuh,” ujar Risna Herjayanti di Tanjung Redeb, Rabu (7/10/2026).

Salah satu karya unggulan yang sukses diluncurkan dalam program ini adalah buku berjuluk “Petualangan Raya di Kota Sanggam”. Buku bergambar tersebut merupakan hasil dari Lokakarya Penulisan Buku Cerita Anak Bergambar Berbasis Objek Pemajuan Kebudayaan 2026 yang difasilitasi oleh Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kaltim, Hetifah Sjaifudian.

Proses kreatif pembuatan buku ini melibatkan kolaborasi seniman lintas daerah. Tim penulis diperkuat oleh talenta lokal dan nasional seperti Ni Nyoman Ayu Suciartini, Ridhayani Purba, Hervianna Arta, Renggita Dwi Trisnoviyanti, Aswan, SLA, Eka Novitasari, dan Widi Ainun Amalia. Sementara visualisasi cerita digarap oleh tim ilustrator berbakat seperti Moktita Widya, Mariam Rabiatul Adawiyah, Farah Aima Syahida, Azarine Islamey Rahma, Dilla Pratiwi, Seno Wicaksono, Shela Cahaya Maharani, Berliani Nur Isnaini, serta Fillah M. Rosyada.

Puncak perayaan Festival BaBaDa diisi dengan serangkaian kegiatan edukatif dan seni, mulai dari peluncuran buku, diskusi budaya, pameran ilustrasi, pertunjukan seni tradisional, pasar seni (art market), hingga bazar UMKM lokal.

Melalui konsistensi gerakan literasi ini, Gerobooks Berau berharap ekosistem literasi berbasis kebudayaan di Bumi Batiwakkal dapat tumbuh makin kuat, sehingga anak-anak Indonesia mampu mengenal identitas bangsa dari akar budayanya sendiri.

Tinggalkan Komentar