Inflasi Berau Terendah di Kaltim Meski Harga BBM Naik

BPS
Teks foto: Kantor BPS Berau.

Gerbangkaltim.com, Tanjung Redep – Kabupaten Berau berhasil mencatat inflasi bulanan terendah di Kalimantan Timur pada Juni 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Berau menunjukkan laju inflasi secara bulanan atau month to month hanya mencapai 0,27 persen, meski terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, bawang merah, hingga tarif angkutan udara.

Capaian tersebut menunjukkan stabilitas harga di Berau masih relatif terjaga dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur. Sementara secara tahunan (year on year), inflasi Berau tercatat sebesar 3,35 persen atau meningkat dibandingkan Mei 2026 yang berada di angka 2,88 persen.

Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin, menjelaskan kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi selama Juni 2026 dengan andil mencapai 0,36 persen. Kondisi tersebut dipicu oleh penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang diberlakukan PT Pertamina (Persero) mulai 10 Juni 2026.

Menurutnya, kenaikan harga Pertamax mengikuti mekanisme penetapan harga pemerintah yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia.

Selain sektor transportasi, kenaikan harga bawang merah turut memberikan tekanan terhadap inflasi. Berkurangnya hasil panen di daerah sentra produksi serta hambatan distribusi antarwilayah menyebabkan pasokan menurun, sementara permintaan masyarakat pasca-Iduladha masih relatif tinggi.

Tidak hanya bawang merah, sejumlah komoditas pangan lain seperti beras, tomat, kangkung, cabai rawit, dan wortel juga ikut menyumbang kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK). Dari kelompok nonpangan, tarif angkutan udara serta rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM) juga memberikan kontribusi terhadap inflasi.

Meski demikian, tekanan inflasi di Berau berhasil diredam oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan. Daging ayam ras, udang basah, ikan tongkol, ikan kembung, semangka, terong, pisang, dan kacang panjang menjadi komoditas yang membantu menahan kenaikan harga secara umum.

Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,81 persen. Disusul kelompok transportasi sebesar 0,37 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,66 persen yang didominasi kenaikan harga emas perhiasan.

Yudi menegaskan, meskipun inflasi tahunan Berau mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya, inflasi bulanan daerah ini tetap menjadi yang paling rendah di Kalimantan Timur.

“Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kota Balikpapan sebesar 0,86 persen, sedangkan Kabupaten Berau menjadi yang terendah dengan inflasi 0,27 persen,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sejak Januari 2024, penghitungan inflasi menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun dasar 2022=100. Pembaruan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan perubahan pola konsumsi masyarakat berdasarkan hasil Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 sekaligus meningkatkan akurasi penghitungan inflasi nasional.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Berau

 

Tinggalkan Komentar