Lapas Banjarmasin Panen Perdana 24 Butir Telur, Kalapas: Bekal Warga Binaan Bangun Usaha Setelah Bebas
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui sektor peternakan. Terbaru, lembaga pemasyarakatan tersebut memanen 24 butir telur dari budidaya ayam petelur dengan sistem kandang baterai di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2, Kamis (16/7/2026).
Panen tersebut menjadi bagian dari pengembangan program pembinaan berbasis agribisnis yang tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang peternakan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, budidaya ayam petelur menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan. Menurut dia, penggunaan sistem kandang baterai membuat proses pemeliharaan ayam lebih efektif, mulai dari pemberian pakan, pemantauan kesehatan hingga pengumpulan hasil produksi.
“Kami terus mengembangkan berbagai sektor pembinaan kemandirian, termasuk peternakan ayam petelur dengan sistem kandang baterai. Selain bertujuan meningkatkan hasil produksi, program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki keterampilan praktis di bidang peternakan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat,” ujar Akhmad Herriansyah.
Ia menjelaskan, keterlibatan warga binaan dalam seluruh tahapan budidaya diharapkan mampu menumbuhkan etos kerja, disiplin, serta keterampilan yang bernilai ekonomis. Dengan pengalaman tersebut, mereka memiliki peluang untuk membuka usaha mandiri maupun bekerja di sektor peternakan setelah menyelesaikan masa pidana.
Dalam program tersebut, warga binaan tidak hanya belajar memberi pakan dan menjaga kebersihan kandang, tetapi juga memantau kondisi kesehatan ayam agar produktivitas tetap terjaga hingga proses panen dilakukan.
Salah seorang warga binaan yang mengikuti program tersebut, SG, mengaku memperoleh pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah dimilikinya.
“Saya belajar cara merawat ayam petelur mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga memanen telur. Setiap hari kami juga memantau kondisi ayam agar tetap sehat dan produktif. Ilmu ini sangat bermanfaat dan menjadi bekal bagi saya jika nanti ingin mencoba usaha peternakan setelah bebas,” kata SG.
Melalui pengembangan budidaya ayam petelur di SAE 2, Lapas Kelas IIA Banjarmasin berharap program pembinaan kemandirian dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Selain meningkatkan produktivitas lembaga, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki kompetensi dan peluang ekonomi yang lebih baik saat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
BACA JUGA
