Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Tarakan Dede Hariana.

Luther Hilang, Diduga Diterkam Buaya di Kawasan Desa Bebatu

Tarakan Gerbang Kaltim.com – Seorang warga yang diketahui bernama Luther, hilang di lokasi kanal PT Adindo yang berada di Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung (KTT), Kalimantan Utara (Kaltara). Hilangnya Luther ini diduga diterkam buaya, Kamis (17/2/2022) pagi.

Menurut kedua teannya, sebelumnya, korban bersamanya singgah di lokasi kanal milik PT Adindo di Desa Bebatu KTT dengan masksud membersihkan badannya yang agak kotor, Rabu (16/2/2022).

Dia memebersihkan badannya sednirian di lokasi itu. Kemudian, kedua temannya yang agak terpisah darinya tidak melihat Luther lagi.

“Jadi, Bapak Luther ini, sekitar pukul 17.00 Wita bersama kedua temannya habis mengantar kayu di Daerah Sesayap. Setelah mengantar kayu, mereka singgah di Daerah Bebatu. Karena merasa badannya kotor, korban membersikan diri di dekat sungai itu,” jelas Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Tarakan Dede Hariana, Kamis (17/2/2022).

Padahal, sambung Dede, korban sudah dilarang oleh teman-temannya, bahwa disitu banyak buayanya dan sudah ada tulisan larangan banyak buaya, namun korban tetap nekat membersihkan badannya di sana.

“Setelah selesai membersihkan diri, korban langsung diterkam buaya yang sebelumnya memang sudah ada disitu,” tambah Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Dede Hariana.

Sebelumnya, petugas mendapatkan informasi pada Kamis (17/2/2022) pagi sekitar pukul  06.30 Wita, Basarnas Kota Tarakan, mengerahkan tim Rescue Kansar untuk melakukan breafing dan bertolak menuju LKP, kemudian pukul 07.00 Wita, Tim Sar gabungan melanjutkan pencarian sesuai dengan rens ops h.2 pada area :

A.3°33’25.07”N 117° 1’23.15”E. B.3°33’44.21”N  117° 1’59.98”E. C.3°33’34.69”N 117° 2’4.50”E. D.3°33’17.23”N 117° 1’27.59”E.

“Untuk proses pencarian hari pertama ini, melibatkan Basarnas Tarakan, Posal KTT, Polsek Sesayap Hilir, Babinsa Bebatu dan warga Desa Bebatu,” papar Kansar Tarakan Dede Hariana.

Pada proses pencarian, tim gabungan juga dilengkapi dengan alat pengaman agar terhindar dari serangan binatang buas lainnya, proses pencarianpun akan tetap dilakukan hingga 7 hari kedapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: