Maratua Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut, Karang Ikut Diselamatkan
BERAU, Gerbangkaltim.com – Di kedalaman laut Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, semangat kemerdekaan Indonesia diperingati dengan cara yang berbeda. Komunitas Berau Divers mengibarkan Bendera Merah Putih di bawah laut sambil melakukan transplantasi terumbu karang, menyatukan rasa nasionalisme dengan aksi nyata menjaga kekayaan laut Indonesia.
Mengusung tema “Cinta Maratua untuk Negeri”, kegiatan yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 itu melibatkan lebih dari 30 peserta yang terdiri dari penyelam scuba diver dan freediver. Selama tiga hari, mereka tidak hanya menyelam untuk menikmati panorama laut Maratua, tetapi juga berkontribusi memulihkan ekosistem terumbu karang yang menjadi rumah bagi berbagai biota laut.
Di bawah permukaan laut yang terkenal dengan kejernihan airnya, fragmen-fragmen karang ditempatkan pada media transplantasi agar dapat tumbuh kembali. Setelah aksi konservasi selesai, suasana berubah menjadi khidmat ketika Sang Merah Putih dibawa menuju titik pelaksanaan upacara bawah laut.
Prosesi dimulai saat tim freediver membawa bendera menuju lokasi, kemudian menyerahkannya kepada inspektur upacara dan tim pengibar. Seluruh peserta memberikan penghormatan kepada Merah Putih, menciptakan pemandangan yang memadukan keindahan alam dengan makna cinta tanah air.
Bupati Berau: Maratua Adalah Kebanggaan Daerah
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang hadir dalam seremoni transplantasi terumbu karang memberikan apresiasi terhadap inisiatif Berau Divers dalam menjaga salah satu destinasi wisata bahari unggulan Indonesia tersebut.
Menurutnya, keberadaan terumbu karang sangat menentukan kelangsungan habitat berbagai spesies laut sekaligus menjaga daya tarik wisata Maratua yang dikenal hingga mancanegara.
“Maratua adalah salah satu kebanggaan kita. Habitat di dalam laut membutuhkan karang untuk hidup. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan kita agar karang tetap terjaga sehingga habitatnya dapat berkembang dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menilai aksi pengibaran bendera di bawah laut menjadi simbol kuat bahwa nasionalisme dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan.
Nasionalisme dari Pulau Terluar Indonesia
Ketua Berau Divers Fitriani mengatakan Pulau Maratua dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai salah satu ikon wisata bahari Indonesia sekaligus termasuk pulau kecil terluar yang berbatasan dengan kawasan internasional.
Menurutnya, kegiatan transplantasi karang merupakan program berkelanjutan komunitas sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian ekosistem laut.
“Pengibaran bendera di bawah laut merupakan bentuk rasa nasionalisme kami sebagai para penyelam,” kata Fitriani.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia Agus. Ia menilai wilayah terluar seperti Maratua memiliki makna tersendiri dalam memperkuat semangat kebangsaan.
“Di wilayah terluar pun kita harus terus menumbuhkembangkan rasa nasionalisme,” ujarnya.
One Ocean, One Responsibility
Selain mengibarkan bendera, Berau Divers membawa pesan utama “One Ocean, One Responsibility”, sebuah ajakan bahwa laut adalah ruang kehidupan bersama yang harus dijaga oleh semua pihak.
Fitriani menegaskan, menjaga laut tidak selalu dimulai dari aksi besar seperti transplantasi karang. Langkah sederhana seperti tidak menginjak terumbu karang, tidak mengganggu satwa laut, serta mematuhi etika wisata bahari juga menjadi bagian penting dari konservasi.
Komunitas tersebut juga mengajak wisatawan, pelaku wisata, masyarakat pesisir, hingga generasi muda untuk bersama-sama melindungi satwa laut, termasuk penyu yang menjadi salah satu spesies penting di kawasan Maratua.
“Kami mengecam praktik yang mengeksploitasi atau menyakiti satwa laut. Keindahan laut harus dinikmati dengan tetap menghormati kehidupan di dalamnya,” tegas Fitriani.
Kolaborasi Jaga Surga Bahari Berau
Kesuksesan program “Cinta Maratua untuk Negeri” tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Berau, Green Nirvana, PT Berau Coal, PT Asian Bulk Logistic, PT Pamapersada Nusantara, Bankaltimtara, PLN UP3 Berau, PDAM Batiwakkal, hingga sejumlah perusahaan dan komunitas lainnya.
Bagi Berau Divers, kolaborasi tersebut membuktikan bahwa menjaga laut bukan tugas satu kelompok saja. Pemerintah, dunia usaha, komunitas, masyarakat, dan wisatawan memiliki tanggung jawab yang sama agar keindahan bawah laut Maratua tetap lestari.
Di Pulau Maratua, kemerdekaan akhirnya dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Di balik kibaran Merah Putih yang bergerak mengikuti arus laut, tersimpan harapan agar terumbu karang kembali tumbuh, biota laut tetap hidup, dan generasi mendatang masih dapat menikmati salah satu surga bawah laut terbaik yang dimiliki Indonesia.
Sumber: Pemerintah Kabupaten Berau.
BACA JUGA
