Oleh: Kak Kasrani Latief (Ketua Kampung Dongeng Paser)

 

Saung bambu bertingkat dua yang dihiasi aneka hiasan dan bendera warna-warni itu terlihat mencolok di antara rumah-rumah di sekelilingnya.

 

Di dalam saung tersebut, terlihat sekumpulan anak tengah berkejar-kejaran satu sama lain dan tertawa. Di sisi lain, beberapa anak tengah membaca buku cerita di dalam ruang baca kecil di dekat saung tersebut.

Tulisan Kampung Dongeng Indonesia terpampang cukup jelas di sisi kanan sebelah panggung kecil dekat ruang baca itu. Kampung Dongeng Indonesia yang terletak di Ciputat, Tangerang Selatan ini, merupakan sebuah wadah literasi bagi anak-anak yang tinggal di sekitarnya.

“Kampung” yang telah menginjak usia ke-15 pada Mei tahun ini didirikan oleh sosok bernama Awan Prakoso  atau yang akrab dipanggil Kak Awam oleh anak-anak, pada tanggal 18 Mei 2009.

Kak Awam memiliki mimpi agar anak-anak bisa bermain dan belajar melalui dongeng, yang menurutnya sudah mulai tergerus dan ditinggalkan oleh pembentuk karakter anak, yakni sekolah dan keluarga.

Ketua Kampung Dongeng Paser, Kak Kasrani Latief  mengatakan “Keberadaan Kampung Dongeng Indonesia  semoga menjadi solusi dimana  Zaman teknologi canggih sekarang ini telah pelan-pelan menggeser budaya bangsa, sehingga  masyarakat  saat ini sedang asyik dan gemar sekali dengan dunia media sosial. WhatsApp, Instagram, Line, Facebook dan Youtube, sehingga lalai dengan perkembangan anak-anaknya” Katanya.

 

Kak Kasrani Latief  menambahkan “ Media Sosial menjadi sumber informasi satu arah yang diterima masyarakat tanpa konfirmasi dan disahkan kebenarannya, kemudian disebarluaskan hingga menjadi viral tanpa memikirkan dampak negatifnya. Kebiasaan tersebut melahirkan tumbuh suburnya sifat pragmatis dan materialistis bagi masyarakat. Segala sesuatu hanya diukur dari aspek kemanfaatan verbal, sehingga tidak memberi ruang buat imajinasi, kreratifitas serta daya nalar.” Ujarnya.

Kak Kasrani Latief menambahkan “Dongeng adalah menguatkan Literasi, Literasi  adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan potensi dan keterampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan aktivitas membaca dan menulis. Secara etimologis istilah literasi berasal dari bahasa Latin ‘literatus’ di mana artinya adalah orang yang belajar. Dalam hal ini, arti literasi sangat berhubungan dengan proses belajar membaca dan menulis.” Ujarnya

Kak Kasrani Latief  mengingatkan “Dalam memperingati Milat Ke 15  Kampung Dongeng Indonesia “Perlu gerakan brersama  mengefektifkan kembali budaya bangsa  yaitu mendongeng. dongeng adalah medium terindah dalam tradisi lisan Nusantara. Namun sayangnya, medium tersebut sama sekali tidak terpetakan secara memadai dalam dunia literasi kita.” Imbuhnya.

“Selamat Milad Kado Indonesia ke 15, dan Milad Kak Awan Prakoso, semua pihak harus mendukung dalam membiasakan mendongeng, dari mulai keluarga, sekolah dan masyarakat agar literasi dapat dikembangkan secara baik. Mari mendongeng, karena dongeng   dapat melahirkan budaya literasi. (Bisa Mendongeng itu Biasa, Biasa Mendongeng itu Luar Biasa)

Share.
Leave A Reply