Musim Kemarau Tekan Produksi DTPHP Berau Sebut Harga Sayur Naik di Pasaran
TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.com – Dampak perubahan cuaca ekstrem dan musim kemarau mulai memukul sektor pertanian hortikultura di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Keterbatasan sumber air bersih memicu penurunan volume produksi tanaman pangan, yang berimbas langsung pada lonjakan harga sejumlah jenis komoditas sayuran di pasar-pasar tradisional wilayah Bumi Batiwakkal.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau, Lita Handini, menegaskan bahwa fenomena kenaikan harga sayuran ini disebabkan oleh menurunnya minat serta kemampuan petani dalam mempertahankan pola tanam di tengah kekeringan.
Menurut Lita, budidaya tanaman hortikultura seperti sayur-mayur membutuhkan pasokan air yang sangat intensif dan konsisten. Dalam kondisi cuaca normal, proses penyiraman wajib dilakukan minimal dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Ketika pasokan air menipis, biaya operasional dan tenaga kerja meningkat pesat, sehingga banyak petani memilih mengurangi luas tanam atau menghentikan produksi sementara.
“Saat musim kemarau, tidak semua petani bertahan menanam sayur karena kebutuhan airnya sangat tinggi. Minimal harus disiram pagi dan sore. Akibatnya, jumlah petani yang menanam berkurang drastis, pasokan ke pasar merosot, dan sesuai hukum pasar, harga di tingkat konsumen otomatis terkerek naik,” ujar Lita Handini di Tanjung Redeb, Rabu (7/10/2026).
Meskipun harga di tingkat pedagang pasar melonjak, Lita menggarisbawahi bahwa margin keuntungan yang didapat petani lokal sebenarnya tidak terlalu tinggi. Kenaikan harga kerap terakumulasi pada rantai distribusi dan pasokan dari luar daerah. Hal senada juga terjadi pada komoditas cabai yang pergerakan harganya sangat bergantung pada faktor cuaca dan kelancaran logistik.
Di samping masalah komoditas sayuran, DTPHP Berau juga terus memantau ketersediaan pasokan protein hewani, khususnya daging ayam ras. Sempat mengalami kelangkaan pasokan lokal yang memaksa masuknya pasokan dari luar daerah, kini kondisi komoditas ayam potong di Berau dipastikan sudah kembali stabil.
“Stok daging ayam di pasaran saat ini sudah melimpah dan aman. Harganya pun stabil berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram, yang merupakan harga rata-rata wajar untuk wilayah Kabupaten Berau,” tambah Lita.
Mengantisipasi tingginya ketergantungan pangan terhadap luar daerah, DTPHP Berau mengimbau para petani untuk mulai menerapkan teknologi hemat air dan mendorong masyarakat menguatkan ketahanan pangan mandiri, sehingga gejolak harga akibat fenomena iklim dapat diminimalisasi secara berkelanjutan.
Sumber: DTPHP Kabupaten Berau
BACA JUGA
